Muktamar Baru Dibuka, Sudah Beredar Nama 13 Formatur Ideal Muhammadiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, dan Presiden Jokowi saat menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah Ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisiah di Lapangan Karebosi, Makassar, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, dan Presiden Jokowi saat menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah Ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisiah di Lapangan Karebosi, Makassar, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, MAKASSAR - Warga Muhammadiyah dari seluruh Indonesia baru akan memilih formatur lewat pemungutan suara pada rangkaian Muktamar ke-47, Rabu 5 Agustus 2015. Sekitar tiga ribu peserta akan menentukan pilihannya terhadap 39 calon tetap hasil sidang tanwir, untuk menetapkan 13 formatur periode 2015-2020. Para formatur tersebut yang kemudian bermusyawarah menentukan siapa yang pantas menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah.

    Namun, sebelum hari pemilihan, mulai mencuat sejumlah nama-nama yang dianggap ideal sebagai formatur. Daftar berisi 13 nama itu tersebar dalam bentuk poster dan disebarkan melalui sejumlah media sosial. Termasuk ke grup whatsapp panitia humas muktamar. Poster terdiri dari tiga gambar yang memuat nama, foto disertai profil nama-nama calon formatur. Masing-masing diberi judul, “13 Calon PP Muhammadiyah 2015-2020.

    Daftar yang beredar kebetulan berisi nama-nama yang termasuk dalam 39 calon tetap formatur Pengurus Pusat Muhammadiyah. Masing-masing dilabeli sebagai pakar. Mereka adalah H Abdul Mu’ti (pakar pendidikan), dr. Agus Taufiqurrahman (pakar kesehatan), Anwar Abbas (pakar ekonomi Islam), Busyro Muqaddas (pakar hukum), Prof H Dadang Kahmad (pakar sosiologi agama), H Dahlan Rais (pakar pendidikan).

    Selanjutnya, daftar berisi nama Prof Suyatno (pakar pendidikan), Haedar Nashir (pakar sosiologi), H Hajriyanto Y. Thohari (pakar sosial politik), KH Alwi Uddin (pakar pendidikan Islam), Rizal Sukma (pakar hubungan internasional), Prof Syafiq A. Mughni (pakar sejarah peradaban Islam), dan Prof Yunahar Ilyas (pakar ulumul quran).

    Pada salah satu poster, pembuatnya mencantumkan bahwa Muhammadiyah membutuhkan pimpinan yang bisa memenuhi enam kategori. Kategori antara lain: Ulama yang berpandangan maju dan terbuka; Intelektual yang memihak pada kemanusiaan; Profesional dan ahli manajemen; Ideolog dan organisatoris Muhammadiyah; Berwawasan global dan memiliki jaringan internasional yang luas dan kuat; serta memiliki visi penguatan cabang dan ranting, serta pembinaan AMM.

    Sejauh ini belum diketahui dari mana sumber serta siapa yang pertama kali menyebarkan poster tersebut. Koordinator humas dan media panitia lokal, Husni Yunus memperkirakan bahwa poster berisi daftar nama tersebut merupakan bagian upaya kampanye calon tertentu. “Kerjaan tim sukses,” kata Husni di Makassar, Senin 3 Agustus 2015.

    Ketua tim pemilihan tanwir Muhammadiyah, Dahlan Rais menyatakan bahwa 39 kandidat yang terpilih dalam sidang jelang muktamar, Ahad lalu, baru berstatus calon tetap. Di antara mereka ada yang akan tersisih sehingga menyisakan 13 nama peraih suara terbanyak dalam muktamar. Sejauh ini, semua calon disebut masih memiliki peluang yang sama besar untuk terpilih. “Yang teratas pada sidang tanwir belum tentu masuk formatur, apalagi menjadi ketua umum,” kata dia.

    AAN PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?