Ledakan Keras di Makassar, Polisi: Kemungkinan Bom Ikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Gegana membawa sejumlah barang dari rumah yang hancur diduga akibat bom rakitan di kompleks Puri Pattene Permai, Makassar, 3 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan dua orang warga dan mengakibatkan satu rumah rusak berat dan 10 rumah lainnya rusak ringan. TEMPO/Hariandi Hafid

    Tim Gegana membawa sejumlah barang dari rumah yang hancur diduga akibat bom rakitan di kompleks Puri Pattene Permai, Makassar, 3 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan dua orang warga dan mengakibatkan satu rumah rusak berat dan 10 rumah lainnya rusak ringan. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan ledakan keras di Makassar kemungkinan berasal dari bom ikan. Soal motif, Agus mengaku belum mengetahui secara pasti.

    "Masih didalami. Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari sana," kata dia melalui pesan singkat, Senin, 3 Agustus 2015.

    Dua orang dikabarkan meninggal dunia terkena ledakan di kompleks Puri Patte'ne Permai Blok C.3 Nomor 11, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Makassar, Senin sore tadi.

    Adapun korban meninggal bernama Ramlah berusia 48 tahun dan Sania berusia 36 tahun. Selain dua orang meninggal dunia, ledakan tersebut menyebabkan satu unit rumah rusak berat dan sepuluh lainnya rusak ringan.

    Kepolisian setempat tengah menyelidiki penyebab ledakan hebat itu. "Korban tewas ada dua orang dan ada beberapa yang terluka," kata Kepala Kepolisian Sektor Biringkanaya Komisaris Azis Yunus.

    Azis mengatakan, timnya sedang menyelidiki kasus itu. Informasi penyebab ledakan itu memang masih simpang siur. Di antaranya, ada yang menyebut karena bom dan ada yang menyebut karena tabung gas yang meledak. "Kami masih selidiki," ujarnya singkat.

    DEWI SUCI RAHAYU | TRI YARI KURNIAWAN

    VIDEO TERKAIT:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.