Pilkada Surabaya, Penantang Risma Kabur Saat Mendaftar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Dalam peryataanya Risma akan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan kota Surabaya menghadapi persaingan ekonomi untuk menyambut di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015. FULLY SYAFI

    Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Dalam peryataanya Risma akan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan kota Surabaya menghadapi persaingan ekonomi untuk menyambut di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota penantang calon inkumben Tri Rismaharini berlangsung ricuh dan terancam diundur pada tahun 2017. Musababnya, pasangan Dhimam Abror-Haries Purwoko yang mendaftarkan diri di detik-detik akhir masa perpanjangan waktu pendaftaran, masih belum melengkapi semua berkasnya.

    Bahkan, secara tiba-tiba, calon wakil wali kota Haries Purwoko kabur secara diam-diam dari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya.

    Pasangan ini awalnya memasuki ruangan tempat pendaftaran di lantai tiga kantor KPU, bersama pendukungnya. Haries semula menunggu proses verifikasi yang dilakukan oleh KPU Surabaya.

    Beberapa menit kemudian, Haries meminta izin keluar ruangan. Tapi ia tidak kembali lagi untuk menandatangani kesiapannya sebagai calon wakil wali kota di pilkada Surabaya.

    Lantaran Haries tak kunjung muncul, keributan pun akhirnya dimulai. Pihak Demokrat ingin langsung keluar karena merasa semua persyaratannya sudah dilengkapinya.

    Berdasarkan ketentuan, proses pendaftaran itu tidak bisa dilakukan tanpa kehadiran calon wakilnya, sementara calon wali kota Dhimam Abror yang menunggu pasangannya itu terlihat sangat resah, bahkan berkali-kali dia memegang ponselnya dan menghubungi orang. Akhirnya, ia memutuskan untuk mencari Haries setelah beberapa kali menghubunginya.

    Dhimam mengatakan bahwa dia keluar dari kantor KPU itu untuk mencari Haries, karena masih ada beberapa persyaratan administrasi yang harus diselesaikan dan ditandatangani. “Makanya saya harus menyusul Pak Haries untuk menyelesaikan ini,” kata Dhimam kepada wartawan.

    Dhimam memastikan bahwa semua persyaratan yang harus dipenuhi sudah dilengkapi, termasuk dari rekomendasi dari DPP, tanda tangan partai atau ketua partai. “Jadi, rekom sudah selesai semuanya. Asli,” kata dia.

    Persyaratan yang harus dilengkapinya adalah legalisasi ijazah S-2 di luar negeri. Ia mengaku telah membuat pernyataan untuk melengkapinya besok. “Itu kan gampang, besok sudah selesai,” kata dia. Setelah memberi pernyataan itu, kemudian dia langsung buru-buru keluar dari KPU dengan mobilnya untuk mencari pasangannya itu.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.