Lawan Risma, Ahmad Dhani Tunggu Restu Guru Spiritual  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Ahmad Dhani saat memberikan keterangan kepada sejumlah media terkait bentukan kementriaan tandingan Kabinet Kerja dikediamannya dikawasan Pondok Indah Jakarta, 1 Oktober 2014. Ahmad Dhani membentuk Kementrian Seni dan Industri Kreatif sebagai Kementrian Bayangan dari Kabinet Kerja bentukan Presiden Jokowi yang meniadakan Kementrian Seni dan Industri Kreatif. TEMPO/Nurdiansah

    Musisi Ahmad Dhani saat memberikan keterangan kepada sejumlah media terkait bentukan kementriaan tandingan Kabinet Kerja dikediamannya dikawasan Pondok Indah Jakarta, 1 Oktober 2014. Ahmad Dhani membentuk Kementrian Seni dan Industri Kreatif sebagai Kementrian Bayangan dari Kabinet Kerja bentukan Presiden Jokowi yang meniadakan Kementrian Seni dan Industri Kreatif. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COSurabaya - Musikus dan produser musik kelahiran Kota Surabaya, Ahmad Dhani, hingga detik-detik akhir masa perpanjangan pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya masih menunggu restu dari guru spiritualnya untuk menyaingi pasangan calon inkumben, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

    Menurut Dhani, setiap kali ingin melakukan sesuatu, dia akan konsultasi terlebih dahulu dengan guru spiritualnya yang dia sebut dengan habib. “Saya masih tergantung habib saya yang ada di Malang. Namanya Habib Faiz Mukhdor,” kata Dhani kepada Tempo di salah satu hotel di Surabaya, Senin, 3 Agustus 2015.

    Hingga detik ini, ucap dia, guru spiritualnya itu masih belum memberikan izin untuk mencalonkan diri, sehingga dia juga tidak bisa memastikan akan mencalonkan atau tidak.

    Namun begitu, Dhani memastikan gurunya itu akan ke Surabaya hari ini. Tapi ia enggan menjelaskan detail tujuan mengunjungi Surabaya, apakah memberikan izin kepada Dhani atau tidak. “Kalau, misal, teman-teman Koalisi Majapahit serius, ya Pak Prabowo datang ke habib saya untuk melamar atau merayu agar saya menjadi calon Wali Kota Surabaya. Mungkin saja bisa luluh hatinya,” ujarnya.

    Terlepas dari itu semua, bos Republik Cinta Management itu mengaku sangat siap menjadi calon Wali Kota Surabaya meski belum mendaftar di detik-detik akhir masa perpanjangan pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya. “Saya tidak tahu harus bagaimana lagi kalau memang besok pendaftaran sudah ditutup,” tuturnya.

    Menurut Dhani, menjadi wali kota atau gubernur itu tidak susah karena sudah ada anggaran belanjanya, sehingga dia cukup menghabiskan anggaran itu untuk membangun daerah tersebut. “Berhubung saya suka belanja, jadi ya siap aja,” kata Dhani.

    Adapun langkah selanjutnya, ujar Dhani, pilkada di Surabaya itu bergantung pada pemimpin nasionalnya, karena pemimpin parpol yang ada di daerah hanya menunggu perintah atasannya. “Jadi, langkah selanjutnya bagaimana, bergantung pada pemimpin nasionalnya,” ucapnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.