Patung Sukarno Setinggi 9 Meter Berdiri di Sungai Kahayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah tongkang bermuatan sekitar 4.000 metrik ton batu bara menabrak tiang pengaman (fender) jembatan Kalahien yang melintasi Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Minggu (5/2). FOTO ANTARA/Bayu

    Sebuah tongkang bermuatan sekitar 4.000 metrik ton batu bara menabrak tiang pengaman (fender) jembatan Kalahien yang melintasi Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Minggu (5/2). FOTO ANTARA/Bayu

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Gubernur Kalimatan Tengah Agustin Teras Narang meresmikan patung mantan presiden Sukarno di Tugu Peletakan Batu Pertama Kota Palangkaraya. Patung setinggi 6 meter itu berdiri di pinggir Sungai Kahayan. 

    "Patung ini sebagai simbol sejarah Sukarno yang meresmikan Kalimantan Tengah sebagai provinsi," kata Teras Narang pada Sabtu, 1 Agustus 2015. Menurut dia, pembangunan Tugu Soekarno ini merupakan penghormatan kepada Sang Proklamator.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Tengah, Leonard Samuel Ampung, menjelaskan, patung berupa tubuh Sukarno ini terbuat dari bahan perunggu dengan tinggi 6 meter dan berat 1,3 ton. Sedangkan untuk penyangga setinggi 3 meter sehingga total tinggi dari permukaan tanah mencapai 9 meter.

    "Patung ini pengerjaannya dibuat para seniman di Yogyakarta dan kemudian dirakit di Palangkaraya," ujarnya. Biaya pembangunannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kalimantan Tengah sebesar Rp 3,5 miliar, termasuk untuk membuatan relief yang berada di sisi kiri-kanan patung. Lalu, pembenahan area lokasi dan pembuatan taman yang luasnya mencapai 1 hektare.

    Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Tengah Yuel Tanggara mengatakan, dengan diresmikannya patung Sukarno, Kalimantan Tengah mempunyai satu ikon baru untuk kunjungan wisata.  "Lokasinya yang sangat strategis berada di pinggiran Sungai Kahayan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisata ke sini," kata.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?