Kecewa terhadap Parpol, Mahasiswa Ajukan Diri Tantang Risma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Dalam peryataanya Risma akan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan kota Surabaya menghadapi persaingan ekonomi untuk menyambut di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015. FULLY SYAFI

    Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat jumpa pers terkait pemilihan walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, 26 Juli 2015. Dalam peryataanya Risma akan meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan kota Surabaya menghadapi persaingan ekonomi untuk menyambut di berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Puluhan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya mendaftarkan dua di antara teman mereka sebagai calon wali kota-wakil wali kota ke kantor Komisi Pemilihan Umum daerah setempat, Minggu, 2 Agustus 2015. Mereka berniat mengisi kekosongan proses pilkada setelah hingga sehari menjelang penutupan perpanjangan masa pendaftaran belum juga ada calon wali kota selain inkumben Tri Rismaharini yang datang mendaftar.

    “Kondisi ini sangat memalukan,” ujar koordinator aksi kelompok mahasiswa itu, Imran Ibnu Fajri, saat menyampaikan orasi.

    Pendaftaran itu tentu saja tidak sungguhan. Para mahasiswa melakukannya sebagai bentuk kecaman terhadap krisis kepemimpinan yang mereka nilai telah terjadi di Surabaya. Partai-partai disebut gagal melakukan kaderisasi dan memunculkan figur calon pemimpin.

    “Kalau memang parpol tidak memiliki pemimpin, serahkan saja kepada mahasiswa,” ujar Imran.

    Pegiat BEM dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini menambahkan, demonstrasi tersebut digelar untuk memberi pencerahan kepada masyarakat bahwa partai politik di Surabaya telah gagal memunculkan calon pemimpin untuk kotanya sendiri. “Jadi kami murni prihatin, tidak ada unsur lain yang melatarbelakanginya,” katanya.

    Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin mengatakan pihaknya mengapresiasi aksi para mahasiswa itu. Menurut dia, aksi simpatik tersebut merupakan wujud representasi intelektual masyarakat Surabaya yang berharap pelaksanaan pemilihan di Surabaya tepat waktu atau tidak diundurkan. “Aksi ini menunjukan bahwa mereka lebih siap menjadi calon pemimpin di masa depan,” kata Robiyan.

    Robiyan menambahkan, saat ini dirinya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan adanya calon tunggal itu karena bukan ranah dari KPU. Yang jelas, ujar dia, pihaknya hanya akan menjalankan peraturan dan jadwal yang telah ditetapkan, termasuk perpanjangan masa pendaftaran pasangan calon yang akan ditutup hari ini, Senin, 3 Agustus 2015. 

    Apabila tetap tak ada pasangan lain yang mendaftar dan memenuhi syarat, pilkada di Surabaya terpaksa ditunda. “Kami akan tunggu,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.