Kepala Kepolisian Se-ASEAN Berkumpul di Jakarta, Ada Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyematkan tanda pangkat kepada Irjen Tito Karnavian saat pelantikan sejumlah Perwira Tinggi polri di Mabes Polri, Jakarta, 12 Juni 2015. Badrodin Haiti melantik dan melakukan serah terima jabatan 8 kapolda  bersama As SDM Kapolri, Asops Kapolri, Kadivkum Polri dan Kadiv TI Polri. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyematkan tanda pangkat kepada Irjen Tito Karnavian saat pelantikan sejumlah Perwira Tinggi polri di Mabes Polri, Jakarta, 12 Juni 2015. Badrodin Haiti melantik dan melakukan serah terima jabatan 8 kapolda bersama As SDM Kapolri, Asops Kapolri, Kadivkum Polri dan Kadiv TI Polri. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Indonesia bakal menggelar pertemuan kepala kepolisian se-Asia Tenggara yang ke-35 pada 3-7 Agustus mendatang. Acara yang disebut ASEAN Chief of Police Conference (Aseanapol) ini digelar untuk membahas isu-isu keamanan terkini dan kerja sama yang bisa dilakukan antar-kepolisian negara ASEAN.

    "Isu utama yang dibahas adalah penguatan informasi sebagai kerja sama untuk menanggulangi kejahatan transnasional," kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Jenderal Nandang Jumantara‎ seusai apel di Lapangan Banteng, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Kejahatan-kejahatan transnasional yang saat ini menjadi perhatian negara ASEAN, ucap Nandang, antara lain narkotik, perdagangan manusia, kejahatan cyber, dan isu terorisme.

    Menurut Nandang, kesepuluh negara ASEAN akan menghadirkan kepala kepolisian dan delegasinya dalam acara tersebut. Pertemuan tahunan ini rencananya bakal digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

    Selain itu, lembaga peninjau bakal hadir dalam acara ini, seperti kepolisian Australia, Timor Leste, Cina, dan Hong Kong.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.