Risma Ajak Mega dan Puan Lihat Bekas Lokalisasi Dolly  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan sambutannya usai penandatanganan Peryataan Sikap Bersama Antar Umat Beragama di Tugu Pahlawan, Surabaya, 24 Juli 2015. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan sambutannya usai penandatanganan Peryataan Sikap Bersama Antar Umat Beragama di Tugu Pahlawan, Surabaya, 24 Juli 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengantarkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke kawasan eks lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Megawati yang di dampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mendatangi rumah dinas Wali Kota Surabaya di jalan Sedap Malam nomor 1, Surabaya.

     Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu tertarik dengan apa yang telah diceritakan oleh Risma beberapa waktu lalu, terkait dengan penataan eks lokalisasi Dolly. Mega tertarik untuk melihatnya pasca-ditutup sejak 27 Juli 2014. "Kebetulan, Bu Puan juga menangani ini, sehingga dia juga tertarik untuk melihatnya," kata Risma.

    Risma mengaku banyak belajar dari Megawati dalam menata Kota Surabaya. Sejak  menjadi Wakil Presiden, Mega mengajarkan bagaimana mengelola kota dengan membedakan mana yang 'basah' dan yang 'kering', menghadapi bencana alam, tsunami, dan berbagai pelajaran lainnya.

    "Aku biasanya membicarakan membicarakan masalah teknis sama Beliau, termasuk penanganan bencana," kata Risma.

    Risma mengaplikasikan pembelajaran yang didapat dari ketua umumnya sehingga bisa menata kota dengan baik dan banyak mendapat pujian dari luar. "Kedutaan besar Amerika Serikat bilang kalau Surabaya paling siap dalam penanganan bencana."

    Tiba di kawasan gang Dolly, mereka disambut ratusan warga penghuni kawasan Putat Jaya. Berbagai produk usaha kecil menengah (UKM) yang dihasilkan oleh wanita eks Dolly juga dipasang di sepanjang jalan Putat Jaya itu. Mega dan Puan juga memborong kerajinan batik hasil karya eks Dolly.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.