Ini Lima Besar Calon Ketua PP Muhammdiyah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas bertatap muka dengan awak media untuk berpamitan pada hari terakhir masa jabatannya di Gedung KPK, DPR menyatakan belum dapat menemukan pengganti Busyro, 16 Desember 2014 . TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas bertatap muka dengan awak media untuk berpamitan pada hari terakhir masa jabatannya di Gedung KPK, DPR menyatakan belum dapat menemukan pengganti Busyro, 16 Desember 2014 . TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

    TEMPO.COMakassar - Sidang tanwir Muhammadiyah di Makassar pada Ahad pagi, 1 Agustus 2015, menetapkan 39 calon tetap pengurus pusat Muhammadiyah. Para calon tetap itu yang akan bersaing menjadi 13 formatur periode 2015-2020 serta ketua umum dengan memperebutkan suara dari sekitar 3.000 peserta Muktamar. 

    Penetapan daftar calon tetap dibacakan Ketua Panitia Pemilihan sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais, dalam sidang pleno sekitar pukul 10.00 Wita. Pembacaan dilakukan di hadapan pimpinan sidang tanwir yang diketuai Haedar Nashir dan dihadiri 200 lebih peserta tanwir. Adapun pemungutan suara dilakukan Sabtu siang kemarin dan dilanjutkan penghitungan suara secara tertutup pada malam harinya.

    "Hasil penghitungan suara menjadi keputusan yang diterima oleh semua peserta tanwir," kata Dahlan Rais di sela sidang pleno, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Dari daftar 39 calon tetap, lima peringkat teratas diisi orang populer di kalangan Muhammadiyah. Peringkat pertama ditempati Bendahara PP Muhammadiyah yang juga dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Anwar Abbas, dengan dukungan 151 suara. Urutan kedua diisi Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dengan 150 suara.

    Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais menempati urutan ketiga dengan 149 suara. Dahlan merupakan adik pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais. Adapun posisi keempat dan kelima ditempati Ketua PP Yunahar Ilyas serta bekas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas dengan masing-masing 149 dan 145 suara.

    Selain lima tokoh itu, daftar calon tetap juga banyak dihuni tokoh-tokoh populer. Di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta bekas Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo. Adapun Ketua Umum PP Din Syamsuddin diketahui tidak lagi mencalonkan diri karena telah menjabat dua periode.

    Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan peserta tanwir telah menyelesaikan tahapan pemungutan suara dengan tertib dan lancar. Hal itu memperpanjang pengalaman positif Muhammadiyah, yang sejak muktamar pertama hingga kini tidak pernah diwarnai kericuhan dan keresahan. “Semua, alhamdulillah, berjalan tertib,” ucapnya.

    Sidang tanwir merupakan sidang pramuktamar yang dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dari setiap provinsi di Indonesia. Dalam sidang itu, masing-masing perwakilan memilih 39 nama dari total 82 kandidat PP Muhammadiyah. Sebanyak 39 nama dengan perolehan suara terbanyak kemudian akan dibawa ke sidang muktamar untuk dipilih kembali menjadi 13 formatur pengurus pusat. “Formatur yang akan memilih siapa di antara mereka yang akan menjadi ketua umum,” tutur Mu’ti.

    Muktamar Muhammadiyah Ke-47 rencananya akan dibuka Presiden Joko Widodo sekaligus memberi amanat di hadapan para peserta. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan muktamar kali ini akan dimanfaatkan untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di masyarakat. “Tujuan utamanya adalah mewujudkan misi pencerahan yang diusung Muhammadiyah.”

    Berikut ini daftar lengkap 39 calon tetap Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020:

    1. Anwar Abbas (151)
    2. Abdul Mu’ti (150)
    3. A. Dahlan Rais (149)
    4. Yunahar Ilyas (149)
    5. Busyro Muqaddas (145)
    6. Dadang Kahmad (144)
    7. Muhadjir Effendy (138)
    8. Agung Danarto (138)
    9. Suyatno (137)
    10. Haedar Nashir (137)
    11. Sukriyanto AR (136)
    12. Syafiq A. Mughni (133)
    13. M Yunan Yusuf (129)
    14. Zamroni (125)
    15. Imam Addarutquni (124)
    16. Hajriyanto Y. Thohari (122)
    17. Marpuji Ali (122)
    18. M. Goodwill Zubir (120)
    19. Muhammadi Alwi Uddin (111)
    20. Thohir Luth (111)
    21. Bambang Setiadji (111)
    22. Syafruddin Anhar (109)
    23. Ahmad Jainuri (109)
    24. Bahtiar Efendy (104)
    25. Khoiruddin Bashori (103)
    26. Chairil Anwar (103)
    27. Nadjamuddin Ramly (100)
    28. Syamsul Hidayat (96)
    29. Sudibyo Markus (96)
    30. Asep Purnama Bahtiar (93)
    31. Rizal Sukma (93)
    32. Muhammad Muqaddas (92)
    33. Ahmad Norma Permata (92)
    34. Munir Mulkhan (90)
    35. Agus Sukaca (89)
    36. Agus Taufiqurrohman (87)
    37. Untung Cahyono (85)
    38. Imam Robandi (83)
    39. Bambang Sudibyo (83)

    AAN PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.