Muhammadiyah Evaluasi Kiprahnya di Mancanegara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta membawa bendera organisasi saat mengikuti karnaval Muhammadiyah di Kawasan Pantai Losari, Makassar, 1 Agustus 2015. Karnaval yang diikuti ribuan peserta tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan  Mukhtamar Muhammadiyah ke-47 yang berlangsung di Makassar. TEMPO/Hariandi Hafid

    Sejumlah peserta membawa bendera organisasi saat mengikuti karnaval Muhammadiyah di Kawasan Pantai Losari, Makassar, 1 Agustus 2015. Karnaval yang diikuti ribuan peserta tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Mukhtamar Muhammadiyah ke-47 yang berlangsung di Makassar. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Makassar - Puluhan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang tersebar di berbagai negara bakal mengevaluasi kiprah dakwah Muhammadiyah di dunia internasional. Hal tersebut bakal dibahas dalam diskusi bertajuk Muhammadiyah International Meeting di Hotel Aryaduta, Makassar, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Koordinator kegiatan Muktamar Muhammadiyah, Wahid Ridwan, mengatakan, forum internasional ini digelar untuk melihat sejauh mana kader-kader Muhammadiyah memaksimalkan peran dalam berdakwah di kancah internasional. “Kita ingin membincang dakwah Muhammadiyah kepada dunia,” katanya.

    Ia menjelaskan, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia berkomitmen untuk menunjukkan agama Islam yang toleran dan cinta damai kepada dunia. Cita-cita ini juga sebagaimana yang tertuang dalam konsep Islam Berkemajuan yang selama ini dianut oleh Muhammadiyah.

    Dalam kegiatan ini, para PCIM dari berbagai negara bakal melaporkan perkembangan sekaligus mendiskusikan dakwah Muhammadiyah di negara masing-masing. Total ada 17 PCIM yang bakal hadir di antaranya dari Jerman, Italia, Mesir, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.

    Peneliti Islam di Indonesia, Mitsuo Nakamura, dari Chiba University, Jepang, juga dijadwalkan bakal hadir di acara tersebut.

    Ide internasionalisasi Muhammadiyah memang akhir-akhir ini kerap didengungkan oleh anggota Muhammadiyah. Apalagi mengingat di usianya yang telah melampaui satu abad, Muhammadiyah dirasa perlu untuk mengepakkan sayap dakwahnya ke mancanegara.

    Ketua Bidang Syiar dan Hubungan Masyarakat Muktamar Muhammadiyah Ma'ruf mengatakan, para kader Muhammadiyah dari berbagai negara ini akan membincangkan tema internasional kontemporer. Akan ada banyak pakar yang hadir termasuk pakar dari dunia internasional. "Acara ini akan berlangsung selama dua hari," kata dia.

    Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar rencananya akan dibuka pada Senin, 3 Agustus, oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Karebosi. Para perwakilan pimpinan wilayah dari seluruh Indonesia tengah menggelar sidang tanwir dan menetapkan 39 nama calon formatur tetap pengganti Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

    Hingga kini, ribuan peserta dan penggembira dari berbagai wilayah juga sudah memadati Kota Makassar. Hotel sampai penginapan di Makassar penuh di-booking oleh panitia.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.