Jokowi Sarungan ke NU, Megawati: Dik, Sarungnya Bagus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jombang - Presiden Joko Widodo tampil mengejutkan ketika menghadiri pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Agustus 2015. Jokowi datang mengenakan jas hitam dan sarung warna merah tua serta bersandal selop hitam.

    Penampilan Jokowi dipuji presiden kelima Megawati Soekarnoputri yang datang di pembukaan Muktamar NU. "Saya ketemu Ibu Mega di hotel dan melihat saya pakai sarung. Ia memuji sarung yang saya pakai. Dik, sarungnya bagus. Bagus warnanya,” kata Jokowi menirukan perkataan Mega sebelum datang ke lokasi Muktamar NU.

    Berita Menarik Lainnya
    Pakai Sarung, Begini Aksi Kejutan Jokowi di Muktamar NU
    BPJS Haram, Bukan Fatwa Ulama, Hanya Salah Paham
    Militer Prancis Uji Kode di Puing Pesawat, Mungkinkah MH370?

    Menurut Jokowi, sarung itu dibelikan oleh istrinya, Iriana Joko Widodo. Jokowi mengatakan, istrinyalah yang menyarankan agar dia memakai sarung saat pembukaan Muktamar NU di Kota Santri tersebut. "Pak, besok di Muktamar NU pakai sarung ya," ucap Jokowi menirukan ucapan Iriana.

    Pembukaan Muktamar NU di Jombang dihadiri puluhan ribu masyarakat dan banyak pejabat negara serta tokoh politik dan perwakilan duta besar negara-negara Islam. Muktamar NU ke-33 akan berlangsung 1-5 Agustus 2015. "Semoga muktamar berjalan lancar sampai selesai," ucap Jokowi.

    Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan, NU telah memberikan kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang dipegang nahdliyin selama ini. Bahkan, Jokowi yakin NU dan Indonesia bisa jadi rujukan dunia dalam menciptakan peradaban bangsa.

    Dengan sikap NU yang mengutamakan forum bebas berkemanusiaan maka nahdliyin berperan besar membangun peradaban antarbangsa yang semakin terbuka, demokratis, dan berkeadilan. "Dengan cara itu Indonesia sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar dunia akan selalu dikenang dan jadi rujukan dunia," ucap Jokowi.

    Muktamar NU menempati lima lokasi antara lain Alun-alun Jombang dan empat pesantren, yakni pesantren Mambaul Ma’arif di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang; Tebuireng di Desa Cukir, Kecamatan Diwek; Bahrul Ulum di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang; dan Darul Ulum di Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan.

    ISHOMUDDIN

    Berita Menarik:

    Citilink Tergelincir, Ini Cerita Penumpang

    KPK Geledah Kantor Gatot, Pejabat Ini Gelar Rapat 'Gelap'

    Siswa Meninggal Usai MOS, Menteri Anies: Lakukan Investigasi

    Salah Tangkap Tukang Ojek, Satu Sel Bersama 50 Napi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.