Setengah Juta Keluarga Indonesia Krisis Air Bersih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu mengambil air menggunakan jerigen di tandon penampungan air di kawasan dusun Blandit Timur, Kec. Singosari, Malang, Jawa Timur, 23 Juli 2015. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang mengungkapkan sedikitnya ada 19 Desa di 9 Kecamatan yang mulai mengalami krisis air. TEMO/Aris Novia Hidayat

    Seorang ibu mengambil air menggunakan jerigen di tandon penampungan air di kawasan dusun Blandit Timur, Kec. Singosari, Malang, Jawa Timur, 23 Juli 2015. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang mengungkapkan sedikitnya ada 19 Desa di 9 Kecamatan yang mulai mengalami krisis air. TEMO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Semarang - Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mudijadi menyebutkan, warga yang terkena dampak kekeringan mencapai 578.589 keluarga. Krisis air dihadapi warga di Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta .

    “Penyebabnya air minum untuk keperluan air domestik biasanya diambil dari sumur. Namun sumurnya telah kering,” kata Mudijadi saat mengecek kondisi waduk Kedung Ombo, Sabtu, 1 Agustus 2015.

    Selain kebutuhan air bersih, Mudijadi juga mencatat dampak kekeringan irigasi dan waduk serta bendungan mencapai 3.296 hektare. Sedangkan kekeringan lahan dari aliran sungai mencapai 158.293 hektare. “Itu belum tentu gagal panen karena berbagai tipe kekeringan mulai ringan, moderat, berat, dan puso,” kata Mudijadi.

    Hasil pantauan Dirjen Sumber Daya Air terhadap 147 waduk menunjukkan terdapat 34 waduk kondisi air normal, 69 defisit, dan 44 waduk kering dengan total persediaan air sekitar 4 miliar lebih debit air. Ia menjelaskan dari 16 waduk besar dengan volume di atas 100 juta kubik, sembilan waduk di antaranya normal dan lima 5 defisit, sedangkan 2 kering.

    Saat ini pengelola sumber daya air di daerah sengaja menerapkan pola operasi kering untuk membagi ke masyarakat petani. Langkah itu hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan dipergunakan sehemat mungkin. Ia menegaskan sejumlah air sungai yang tak bisa dinaikkan ke sawah diberi bantuan pompa sebanyak 821 unit. “Kalau perlu pompa banjir dikerahkan ukuran 81-100 liter per detik,” katanya.

    Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Mineral Jawa Tengah Prasetyo Budi Yuwono memastikan areal lahan berdampak kekeringan di lahan irigasi di Jawa Tengah belum ada yang puso. “Itu data dari ketahanan pangan kategori kekeringan di Jawa Tengah 11.311 hektare,” kata Prasetyo.

    Ia menjelaskan, aspek kesediaan air di sumbernya masih 0,7 ke bawah artinya 70 persen. Kondisi itu dinilai masih aman. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan kabupaten dan petani untuk menerapkan sistem gilir.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.