Isu yang Dibahas Dalam Muktamar Aisyiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang pleno V gabungan dengan Aisyiyah untuk membahas pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua dan Program Persyarikatan periode 2010-2015. Tempo/Arif Wibowo

    Suasana sidang pleno V gabungan dengan Aisyiyah untuk membahas pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua dan Program Persyarikatan periode 2010-2015. Tempo/Arif Wibowo

    TEMPO.CO , Makassar: Tanwir Aisyiyah yang dihadiri perwakilan pimpinan wilayah dari seluruh Indonesia mulai digelar di Makassar, Sabtu, 1 Agustus 2015. Dalam pelaksanaan tanwir ini, para peserta mengesahkan sejumlah isu yang akan diangkat dalam Muktamar Aisyiyah yang bakal dimulai pada Senin, 3 Agustus mendatang.

    Sejumlah isu-isu kebangsaan, keummatan, dan kemasyarakatan mengemuka dalam tanwir untuk dibahas dalam muktamar nanti. Steering Commitee Muktamar Aisyiyah, Masyitoh Chusnan mengatakan, sejumlah isu yang akan dibahas antara lain pembangunan karakter melalui pendidikan dan keluarga, kebijakan pembangunan ekonomi kerakyatan, kebijakan perlindungan sosial, pelayanan akses layanan kesehatan, isu dan permasalahan bidang politik, perlindungan hukum bagi perempuan, dan peningkatan akses dan kualitas pendidikan perempuan. "Juga akan dibahas mengenai penguatan kepemimpinan dan kelembagaan Aisyiyah," katanya.

    Menurut Masyitoh, Aisyiyah dihadapkan dengan berbagai tantangan baik eksternal maupun internal yang semakin kompleks. Dari internal, Aisyiyah dinilai masih perlu melakukan penguatan dan dinamisasi kepemimpinan. Aisiyah diharapkan mampu berperan sebagai pergerakan masyarakat madani Islam yang membawa kemajuan sebagaimana yang dicita-citakan.

    "Persoalan kepemimpinan Aisyiyah ini terbagi dalam tiga kelompok, yakni persoalan ideologi dan komitmen, wawasan kemampuan komunikasi, dan manajerial serta transformasi kader," kata Masyitoh.

    Sementara tantangan dari eksternal, yakni kesenjangan sosial ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, korupsi yang meluas, human trafficking, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan ibu dan anak yang rendah, prostitusi online, dan terkurasnya sumberdaya alam.

    "Tantangan ini di satu sisi dapat menggeser dan memperlemah gerakan Aisyiyah jika tidak segera diantisipasi," kata Masyitoh.

    Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan, Nurhayati Azis berharap muktamar kali ini dapat merumuskan agenda abad kedua Aisyiyah untuk menjadi organisasi sosial keagamaan perempuan yang lebih baik. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dinamisasi dan penguatan kelembagaan Aisyiyah.

    "Program Aisyiyah ke depan mesti berasal dari bawah dan menjawab kebutuhan masyarakat di bawah," katanya.

    Menurut Nurhayati, Aisyiyah juga mesti memetakan potensi organisasi secara keseluruhan di Indonesia.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.