Universitas Brawijaya Buka Jalur Khusus Difabel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyandang disabilitas mengikuti Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas di gedung Pusat Study dan Pelayanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, Malang, 29 Juli 2015. Ujian khusus yang diadakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri tersebut di ikuti oleh 27 peserta. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Penyandang disabilitas mengikuti Seleksi Penerimaan Khusus Penyandang Disabilitas di gedung Pusat Study dan Pelayanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, Malang, 29 Juli 2015. Ujian khusus yang diadakan sebagai syarat masuk perguruan tinggi negeri tersebut di ikuti oleh 27 peserta. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang-Universitas Brawijaya Malang menyeleksi calon mahasiswa berkebutuhan khusus atau difabel. Sebanyak 24 calon mahasiswa berkebutuhan khusus mengikuti Seleksi Program Khusus Penyandang Disabilitas (SPKPD) pada 29-31 Juli 2015.

    "Mereka mengikuti tes tulis, kesehatan, psikologi dan wawancara," kata Ketua SPKPD, Wahyu Widodo, Jumat 31 Juli 2015.

    Seleksi diselenggarakan di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Mereka juga mengikuti simulasi perkuliahan, diskusi, dan tugas kuliah. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kampus dan sosialisasi jurusan yang dipilih.

    Para calon mahasiswa juga ditanya tentang riwayat difabel untuk mengetahui kebutuhan mereka saat kuliah. Calon mahasiswa akan mengikuti tes wawancara untuk mengukur minat dan bakat serta kemampuannya. Sehingga diharapkan mereka bisa belajar maksimal, tanpa terhalang keterbatasan fisik. Mereka juga mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk disesuaikan dengan program studi yang dipilih.

    Penerimaan mahasiswa melalui jalur khusus difabel dibuka sejak tiga tahun lalu. Selama pendidikan mereka akan dibantu para relawan. Mereka akan mendapat pendampingan hingga mandiri.

    Para dosen juga menyajikan bahan matakuliah berbasis elektronik. Antara lain mata kuliah secara audio untuk penderita tuna netra dan visual untuk mahasiswa tuna rungu. "Sebelumnya, disurvei program studi yang bisa menerima mahasiswa berkebutuhan khusus."

    Para mahasiswa difabel bisa memanfaatkan beragam jenis beasiswa selama perkuliahan. Untuk menunjang perkuliahan, seluruh bangunan Universitas Brawijaya dilengkapi fasilitas penunjang untuk memudahkan akses penyandang difabel. Program ini, katanya, merupakan tahun kedua.

    Sejumlah jurusan membuka kuota untuk 1-2 orang difabel. Antara lain Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa, Teknologi Informatika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Jepang, Arsitek Perencanaan Wilayah dan Kota dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.