Dampak El Nino, Ini Cara Jokowi Lindungi Nelayan dan Petani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara menunjukkan debit air menurun drastis di Waduk La Plata, Toa Alta, Puerto Rico, 19 Juni 2015. Siklus El Nino menyebabkan pemanasan di daerah Samudera Pasifik. AP/Ricardo Arduengo

    Foto udara menunjukkan debit air menurun drastis di Waduk La Plata, Toa Alta, Puerto Rico, 19 Juni 2015. Siklus El Nino menyebabkan pemanasan di daerah Samudera Pasifik. AP/Ricardo Arduengo

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan Presiden Joko Widodo meminta kementerian dan lembaga terkait untuk bersama-sama mengantisipasi dampak fenomena cuaca El Nino. Menurut Jokowi, nelayan dan petani harus diselamatkan dari fenomena cuaca ini.

    Dampak El Nino menyebabkan 220 ribu hektare lahan dan delapan waduk alami kekeringan. "El Nino menyebabkan kemarau panjang, gagal panen, kebakaran hutan, kelangkaan air. Namun, di beberapa tempat, ikan justru meningkat," ujar Indroyono di kantor Presiden, Jumat, 31 Juli 2015.

    Untuk mengantisipasi meluasnya dampak El Nino, Indroyono mengatakan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah meminta kepala daerah untuk mengalokasikan dana alokasi khusus Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara 2015 sebesar Rp 2 triliun untuk membangun embung dan waduk.

    Perum Bulog juga telah membuat kajian dengan target cadangan hingga 2,5 juta ton. Untuk penanganan kebakaran hutan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyiapkan pemadaman menggunakan bahan kimia dan bantuan TNI dengan menggunakan Pindad.

    Adapun Menteri Susi Pudjiastuti akan menyiapkan cold storage untuk menyimpan ikan-ikan yang berlimpah. "Sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan jaminan waduk-waduk besar kondisi masih normal dan siap mengerahkan 761 unit pompa air tanah dan pendistribusian air bersih," tuturnya.

    El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature-SST) di Samudra Pasifik sekitar ekuator (equatorial pacific). Khususnya di bagian tengah dan timur di sekitar pantai Peru.

    Musim kemarau yang panjang di beberapa wilayah Indonesia, terutama di sebelah selatan khatulistiwa pada 2015, diduga merupakan dampak dari fenomena El Nino yang telah mencapai level moderat. Keadaan ini diprediksi akan menguat mulai Agustus sampai Desember 2015.

    Fenomena kekeringan panjang ini sudah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, NTB, dan NTT. Dari Peta Monitoring Hari Tanpa Hujan BMKG, wilayah-wilayah tersebut sudah mengalami kekeringan sejak Mei 2015.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.