Bukan Mengancam, Ryamizard: Jika Diserang, Perang pun Oke

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan negara-negara tetangga bukanlah ancaman bagi keamanan dan kedaulatan Indonesia. Negara-negara yang dimaksud oleh Ryamizard adalah anggota Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN dan Australia.

    "Malah Australia yang menganggap Indonesia sebagai ancaman," kata Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015. Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu, Indonesia bakal terus berdamai dengan negara-negara tetangga dan kawasan Asia Tenggara.

    Berita Menarik Lainnya
    Melamar Kerja, 11 Wanita Muda Ini Ditipu, Dipaksa, Lalu...
    Lihat, Foto Kenangan Ayah-Anak Ini Guncangkan Netizen
    Puing Pesawat Diduga MH370, 'Hampir Pasti' dari Boeing 777

    Musababnya, Indonesia dan negara-negara tersebut selama ini punya hubungan baik. Jika terjadi perselisihan, jalur damai yang bakal diambil. "Ini sudah jadi kesepakatan kita selama puluhan tahun lalu," ujarnya. "Tapi, jika sudah mengusik kedaulatan Indonesia, perang pun kami lalui."

    Indonesia memiliki keunikan, yakni tak setengah-setengah membela Tanah Air-nya. Jika Indonesia diserang negara lain, bukan cuma TNI yang turun tangan, melainkan semua rakyat. Paham itu yang disebut perang semesta. "Inilah yang ditakuti negara lain menghadapi ratusan juta warga Indonesia." 

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga