Penuh Sampah, Sungai di Bandung Berbau Busuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan sampah yang menutupi permukaan Sungai Cikapundung Kolot di permukiman padat Kelurahan Samoja, Kecamatan Batununggal, Bandung, 30 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Tumpukan sampah yang menutupi permukaan Sungai Cikapundung Kolot di permukiman padat Kelurahan Samoja, Kecamatan Batununggal, Bandung, 30 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini tidak hanya membawa dampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Di Kota Bandung, sungai-sungai yang menyusut debit airnya mulai mengeluarkan bau busuk yang berasal dari sampah-sampah yang menumpuk.

    "Musim kemarau ini sampah-sampah di sungai malah tambah banyak," kata Direktur PD Kebersihan Kota Bandung Denny Nurdiana saat dihubungi Tempo, Jumat, 31 Juli 2015.

    Denny mengatakan banyaknya sampah di sungai-sungai disebabkan debit air yang menyusut. Sampah tersebut mengendap dan tidak terbawa arus seperti biasa. "Rata-rata sungai yang banyak sampah itu yang kecil-kecil dan dekat permukiman," ujarnya. 

    Menyusutnya debit air sungai ini dimanfaatkan PD Kebersihan bersama TNI dan aparat-aparat kewilayahan, dari kelurahan sampai kecamatan, untuk mengangkat sampah-sampah yang menumpuk di sungai. Tidak tanggung-tanggung, dua truk besar yang disediakan PD Kebersihan di beberapa titik pembersihan dipastikan selalu terisi penuh setiap hari. "Satu truk itu 4 ton. Jadi satu sungai rata-rata bisa sampai 8 ton sampahnya," ucapnya.

    Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah gencar melakukan pembersihan sungai-sungai dari sampah. Seperti yang dilakukan hari ini. PD Kebersihan pun dibantu 3.500 anggota TNI, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung, serta aparat-aparat kewilayahan kembali menggelar pengangkatan sampah-sampah di sungai-sungai kecil.

    Menurut Denny, hal tersebut dilakukan oleh Pemkot Bandung demi meraih gelar Adipura yang tidak pernah lagi didapatkan selama 17 tahun terakhir. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?