Banser di Ring 1 Muktamar NU Kebal Senjata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (keempat kanan) bersama pimpinan NU dan sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga Negara dalam acara Istighosah Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Istiqlal, Jakarta, 14 Juni 2015. Acara tersebut sekaligus untuk membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama jelang Muktamar NU pada Agustus mendatang. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (keempat kanan) bersama pimpinan NU dan sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga Negara dalam acara Istighosah Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Istiqlal, Jakarta, 14 Juni 2015. Acara tersebut sekaligus untuk membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama jelang Muktamar NU pada Agustus mendatang. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Sumenep - Ketua Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Mohammad Muhri mengatakan petugas keamanan dari Banser di ring satu Muktamar NU di Jombang telah mendapat ruwatan agar kebal dari senjata tajam.

    Muhri mengetahui hal itu karena 20 petugas keamanan di ring satu tersebut seluruhnya dipilih dari anggota Banser Kabupaten Sumenep.

    "Sebelum berangkat 20 anggota Banser terlebih dahulu menjalani prosesi khusus oleh kiai," kata Muhri saat diminta konfirmasi, Kamis, 30 Juli 2015.

    Kata Muhri, salah satu manfaat dari ruwatan khusus itu adalah kebal senjata tajam luar dan dalam. Hal itu, menurut Muhri, diperlukan karena keamanan di ring satu membutuhkan keahlian ekstra. "Makanya diruwat dulu sebelum berangkat," ujar dia.

    Selain diruwat kebal senjata, Muhri melanjutkan, jauh hari sebelum Muktamar, 20 anggota Banser Sumenep itu telah lebih dahulu mendapat pelatihan khusus di Bumi Marinir Kabupaten Sidoarjo. "Mereka juga dilatih di Diklatsar Bansen dan pendidikan mengatur lalu lintas," ujar Muhri.

    Kata Muhri, khusus di Bumi Marinir, anggota Banser diajari tentang bagaimana mengantisipasi kemungkinan terjadinya teror pada acara Muktamar, bagaimana mengamankan para kiai, hingga pengetahuan tentang mengantisipasi serangan dadakan.

    "Kami berharap Muktamar lancar tanpa insiden, tapi tetap perlu diantisipasi segala kemungkinan terburuk," ujar dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.