Muktamar Muhammadiyah, Warga Makassar Diimbau Jaga Keamanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang pleno V gabungan dengan Aisyiyah untuk membahas pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua dan Program Persyarikatan periode 2010-2015. Tempo/Arif Wibowo

    Suasana sidang pleno V gabungan dengan Aisyiyah untuk membahas pernyataan Muhammadiyah Abad Kedua dan Program Persyarikatan periode 2010-2015. Tempo/Arif Wibowo

    TEMPO.CO, Makassar - Kepala Bagian Bina Operasional Biro Operasi Polda Sulawesi Selatan dan Barat Ajun Komisaris Besar I Gusti Ngurah RM mengimbau masyarakat Makassar turut membantu polisi menciptakan situasi kondusif, khususnya selama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah di Makassar, 3-7 Agustus. Dengan begitu, peserta kegiatan yang berasal dari pelbagai penjuru Indonesia mengetahui bahwa Kota Daeng merupakan daerah yang aman.

    "Kami mengharapkan seluruh masyarakat Makassar untuk membantu menciptakan situasi aman dan kondusif. Semua pihak mesti bersinergi," kata Gusti kepada Tempo, Kamis, 30 Juli. Jajaran Polda Sulawesi Selatan dan Barat telah menyiagakan 647 personel untuk pengamanan seluruh rangkaian kegiatan Muktamar Muhammadiyah. Pengamanan acara itu juga akan dibantu oleh panitia lokal dan aparat TNI.

    Gusti menerangkan pengamanan yang dilakukan polisi bersifat menyeluruh sepanjang Muktamar Muhammadiyah. Kepolisian terus berkoordinasi dengan panitia untuk mengawal setiap kegiatan, mulai pembukaan sampai penutupan. Bahkan, pihaknya juga akan mengerahkan personelnya untuk menjaga perkampungan ataupun tempat penginapan para peserta. Pola pengamanan dilakukan dengan stand-by alias berjaga dan patroli.

    Khusus pengamanan di tempat penginapan peserta Muktamar Muhammadiyah, Gusti mengatakan pihaknya masih menunggu data panitia ihwal lokasi-lokasinya. "Kami juga fokus hanya melakukan pengamanan bagi tempat penginapan yang pesertanya di atas 20 orang. Soal jumlah personel yang dikerahkan akan sangat bergantung berapa jumlah peserta di tempat penginapan itu," tutur pria asal Bali tersebut.

    Kepala Bagian Operasional Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Abdul Azis mengatakan pihaknya siap mengerahkan seluruh kemampuan mereka mengamankan Muktamar Muhammadiyah. Selaku tuan rumah, polisi Makassar memang akan lebih banyak dilibatkan dalam proses pengawalan setiap rangkaian kegiatan. Rinciannya, 377 aparat gabungan Polrestabes Makassar, 210 anggota Brimob, dan 60 patroli motor Sabhara Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

    Ratusan polisi itu akan disebar di setiap rangkaian kegiatan Muktamar Muhammadiyah. Namun, pengerahan personel paling besar berada di tiga titik. Di antaranya, di lokasi pembukaan yakni di Lapangan Karebosi (352 personel), di sekretariat panitia di Kampus Unismuh Makassar (127 personel) dan di lokasi bazar dan seminar di Monumen Mandala (107 personel).

    Disinggung perihal situasi Makassar maupun sekitarnya yang disebut tidak aman, Azis membantahnya. Ia mengklaim Kota Daeng merupakan daerah yang cukup kondusif. Insiden penyerangan sekelompok orang tak dikenal yang menewaskan tentara dan polisi, bukan terjadi di Makassar, melainkan di Kabupaten Gowa, awal Juli lalu. "Kami terus tingkatkan patroli dan hasilnya situasi Makassar cukup kondusif," tutur dia.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.