Iran Bebas Sanksi, JK: Akan Berdampak Baik bagi Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan embargo ekonomi terhadap Iran yang akan segera dicabut berdampak baik bagi Indonesia. Menurut Kalla, hubungan kedua negara dalam bidang investasi dan perdagangan akan menjadi lebih mudah.

    Kalla mengatakan pencabutan embargo juga membuka kesempatan peningkatan hubungan bilateral. "Apalagi Indonesia sedang merundingkan pembelian minyak mentah dari Iran," ‎kata Kalla di kantornya, Kamis, 30 Juli 2015. Para pengusaha Iran pun, kata Kalla, berminat membeli barang dari Indonesia. "Mereka akan mengirim delegasi dagang ke sini, segera."

    Hari ini Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Vali‎ollah Mohammadi. Pertemuan sekitar setengah jam itu membahas beberapa isu. Selain membahas isu Islam global, mereka membicarakan kerja sama di berbagai sektor, seperti industri keuangan dan teknologi nuklir.

    Kekuatan utama dunia, yakni Inggris, Cina, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat, mencapai kesepakatan bersejarah dengan Iran mengenai teknologi nuklir, Selasa pekan lalu. Kesepakatan itu memastikan Iran tidak diizinkan lagi mengembangkan bom nuklir.

    Kesepakatan itu sekaligus membuka embargo ekonomi terhadap Iran. Kesepakatan dicapai pada hari ke-18 dalam pembicaraan maraton di Wina, Austria. Pembatasan pengembangan nuklir tersebut memastikan Iran tak akan membuat bom atom.

    Sebagai imbalannya, sanksi internasional tentang ekspor minyak yang sempat membuat perekonomian Negara Mullah mengalami kelesuan akan dicabut. Pembekuan aset senilai miliaran dolar juga akan dibuka.

    Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar mengakui Indonesia dan Iran sedang mengkaji peluang kerja sama di bidang teknologi nuklir. Namun teknologi nuklir yang akan digunakan dipastikan bertujuan perdamaian.

    Menurut Dewi, dalam waktu dekat delegasi Iran akan datang ke Indonesia untuk membahas kerja sama itu. "Kami mengharapkan kerja sama teknologi yang canggih, termasuk nuklir," kata Dewi setelah mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia ‎Valiollah Mohammadi‎, Kamis, 29 Juli 2015. ‎


    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.