Ridwan Kamil Akan Buat Kejutan di Jalan Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan aplikasi tombol panik melalui HP Android saat Peluncuran Aplikasi Tombol Panik di Bandung Command Center, Balaikota, Bandung, Jawa Barat, 10 Juli 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan aplikasi tombol panik melalui HP Android saat Peluncuran Aplikasi Tombol Panik di Bandung Command Center, Balaikota, Bandung, Jawa Barat, 10 Juli 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa Jalan Asia Afrika telah menjelma menjadi salah satu tujuan wisata baru di Kota Bandung. Gaya Art Deco dihiasi temaram lampu di sepanjang jalan bersejarah ini mampu menjadi daya tarik warga lokal dan warga pendatang untuk mampir sekadar untuk selfie

    Pada akhir tahun ini ketenaran Jalan Asia Afrika sepertinya akan tersaingi oleh Jalan R.E. Martadinata (Riau). Pasalnya, proyek pengerjaan trotoar granit yang sempat mangkrak selama hampir delapan bulan bakal diteruskan oleh kontraktor baru.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun berjanji Jalan Riau yang dikenal oleh para pelancong sebagai lokasi wisata belanja ini nantinya akan secantik Jalan Asia Afrika. "Sehingga jalan buat wisata belanja akan jauh lebih menyenangkan," kata Ridwan Kamil seusai meninjau kelanjutan proyek perbaikan trotoar Jalan R.E. Martadinata, Kamis, 30 Juli 2015. 

    Setelah proyek granitisasi selesai sesuai target pada bulan Oktober 2015 mendatang, aksesoris-aksesoris jalan berupa lampu bergaya klasik, bunga-bunga warna-warni, dan bangku taman dari kayu akan menyusul dipasang. 

    "Konsepnya sama persis dengan di Asia Afrika dengan lampu-lampu jadul. Kemudian pintu-pintu masuk yang pecah-pecah juga kita samakan dengan Jalan Asia Afrika. Akan dipecah kecil-kecil jadi jalur masuk, sehingga keluar masuk mobil tidak ada masalah," ujarnya.

    Selain itu, bangku-bangku batu yang saat ini masih “mejeng” di atas sebagian trotoar granit yang sudah terpasang akan ditarik. Menurut Ridwan Kamil, bangku-bangku batu tersebut hanya bersifat sementara untuk menghindari kendaraan roda empat yang kerap naik hingga ke atas trotoar. 

    "Kalau selesai kan ada manajemen pemeliharaan seperti di Asia Afrika. Ada petugas rutin dari Satpol PP juga," ucapnya. 

    Tidak hanya Jalan Asia Afrika dan R.E. Martadinata saja yang akan terlihat cantik. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, tahun 2016 mendatang enam jalan wisata lainnya juga akan dipercantik dengan trotoar granit dan aksesoris-aksesoris jalan bergaya kolonial.

    Enam jalan tersebut adalah Dago (Dago Simpang sampai Jalan Merdeka), Jalan Buahbatu, Kiaracondong, Mohammad Toha, Jenderal Sudirman dan Cibadak. "Sehingga tahun depan orang berjalan kaki di Bandung jauh lebih banyak karena ciri kota yang baik orang terlihat jalan-jalan," ujarnya. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?