Korupsi Gedebage, Buwas: Kerusakan Stadion Semakin Banyak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Selain amblas, stadion tersebut juga sedang diperiksa oleh Bareskrim terkait dugaan korupsi anggaran pembangunan stadion bernilai Rp. 1,1 triliun. TEMPO/Prima Mulia

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Selain amblas, stadion tersebut juga sedang diperiksa oleh Bareskrim terkait dugaan korupsi anggaran pembangunan stadion bernilai Rp. 1,1 triliun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan kerusakan fisik Stadion Bandung Lautan Api di Gedebage, Jawa Barat, semakin banyak. Ia pun menyebut stadion tersebut tidak lagi aman digunakan.

    "Kalau digunakan, jadi bahaya. Banyak perubahan fisik selama tiga bulan ini," ucapnya di Wisma Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Jakarta Selatan, Kamis, 30 Juli 2015.

    Adapun beberapa kejanggalan pada fisik stadion itu antara lain pemasangan tiang pancang yang tak sesuai dengan standar. Seharusnya tiang ditanam sedalam 60 meter. Ia juga menemukan keretakan gedung serta pergeseran tanah dan fondasi.

    Waseso belum mengetahui pasti berapa kerugian dalam kasus dugaan korupsi proyek stadion itu. Karena itu, ia akan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Badan Pemeriksa Keuangan untuk menghitung kerugian.

    Bareskrim telah menetapkan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Kota Bandung Yayat Ahmad Sudrajat sebagai tersangka. Saat ditanya potensi adanya tersangka lain dari pemerintah daerah Bandung atau Provinsi Jawa Barat lain, Waseso belum dapat memastikannya. "Jangan terburu-buru. Semua yang menentukan adalah alat bukti," ujarnya.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.