Agar Tak Ditinggal Pembeli, Pasar Tradisional Punya Parkir Basement  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan yang terjadi di Jalan Pabringan selatan Pasar Beringharjo, Yogyakarta, (12/8/2012). Kemacetan ini terjadi karena membludaknya pengunjung pasar di hari Minggu terakhir sebelum hari raya Idul Fitri yang berburu baju baru dan oleh-oleh. TEMPO/Suryo Wibowo

    Kemacetan yang terjadi di Jalan Pabringan selatan Pasar Beringharjo, Yogyakarta, (12/8/2012). Kemacetan ini terjadi karena membludaknya pengunjung pasar di hari Minggu terakhir sebelum hari raya Idul Fitri yang berburu baju baru dan oleh-oleh. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.COYogyakarta - Kebanyakan pasar tradisional punya masalah parkir, yang dikhawatirkan bakal menggerus jumlah pembeli. Di Kota Yogyakarta, Dinas Pengelolaan Pasar akan menerapkan konsep pasar tradisional dengan penyangga konstruksi semi-basement mulai 2016. "Pilot project pertama Pasar Pingit untuk bangunan semi-basement," ujar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Maryustion Aritonang, Rabu, 29 Juli 2015.

    Maryustion menuturkan, konsep semi-basement ini guna mengantisipasi dinamika pasar tradisional yang makin tumbuh dan berkembang dengan dampak kemacetan lalu lintas sekitarnya. "Basement difungsikan bukan untuk pedagang baru, tapi menampung parkir kendaraan sehingga tak meluber ke jalan-jalan lagi," ucapnya.

    Maryustion mengatakan tercetusnya konsep pasar vertikal semi-basement ini setelah pemerintah melakukan jajak pendapat, pemantauan, dan dialog langsung dengan wakil pedagang di 31 pasar tradisional. Jumlah pedagang pasar tradisional di Kota Yogya saat ini sekitar 14 ribu orang, dengan konsentrasi terbanyak tetap di Pasar Beringharjo. "Kebanyakan mengeluhkan soal lahan parkir. Masyarakat lama-lama bisa malas ke pasar tradisional dan memilih toko modern," ujarnya.

    Pasar Pingit diusulkan menjadi proyek pertama karena terletak di salah satu jalan terpadat di Kota Yogya, Kyai Mojo, dan berbatasan dengan Kabupaten Sleman di sisi barat kota tersebut. Selain Pingit, Pasar Demangan di Jalan Gejayan yang berada di perbatasan Kota Yogya dengan Kabupaten Sleman di sisi utara disiapkan Pemerintah Kota Yogya. "Ke depan, konsep revitalisasi mengarah pada bangunan pasar yang vertikal, bertingkat ke atas dan bawah," tuturnya.

    Untuk tahun ini, Dinas Pengelolaan Pasar masih tetap menjalankan revitalisasi fisik dalam bentuk perbaikan bangunan tua pasar tradisional di Kota Yogya, yakni Pasar Kranggan dan Karangwaru. "Semua pasar sudah mengalami revitalisasi fisik. Tahun depan penyempurnaannya dari sisi lalu lintas," ucapnya.

    Sebelumnya, kepada Tempo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Kota Yogyakarta Suyana mengatakan tahun ini ada satu pasar tradisional yang juga mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. "Untuk renovasi fisik, Pasar Serangan masuk menjadi pasar penerima program bantuan dari pusat senilai Rp 1,7 miliar," ujar Suyana.

    Suyana menuturkan bantuan revitalisasi dari pusat itu untuk menata pasar, terutama agar lahan parkirnya lebih memadai dan tak meluber sehingga mengganggu lalu lintas di Jalan Raya R.E. Martadinata yang sangat padat karena menjadi ruas penghubung ke Titik Nol Kilometer Yogya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.