Puluhan Orang Menunggu Jalur Pendakian Lawu Dibuka Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.COMagetan - Sekitar 50 orang yang hendak mendaki Gunung Lawu memilih menunggu dibukanya kembali jalur pendakian melaui Pos Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. "Mereka berasal dari beberapa daerah, seperti Surabaya, Karanganyar, dan Madiun," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Agung Lewis kepada Tempo, Rabu, 29 Juli 2015.

    Para calon pendaki itu terpaksa menunda keinginan mereka naik Gunung Lawu karena jalur pendakian dari Pos Cemoro Sewu ditutup sejak Selasa malam kemarin. Sebagian dari mereka mendirikan tenda di sekitar Pos Cemoro Sewu untuk bermalam sembari menunggu jalur pendakian dibuka lagi.

    Hingga Rabu siang, jalur pendakian belum dibuka karena tim Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat tepian hutan masih mencari tujuh pendaki yang hilang kontak. Pendaki yang hilang kontak itu adalah Abdul, 8 tahun; Sasi (11); Refi (18); Maya (18); Rizai (18); Puput (18), dan Gabriel (18). Mereka berasal dari Kecamatan Banjarsari, Solo, yang mendaki Lawu melalui Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah, sejak Sabtu lalu. Sesuai jadwal, seharusnya mereka sudah turun Ahad lalu.

    Karena operasi pencarian belum membuahkan hasil, sebagian petugas yang bersiaga di Pos Cemoro Sewu mengimbau calon pendaki tidak nekat naik gunung dengan mengambil jalur alternatif. "Kemungkinan nyasar sangat tinggi karena jalur resmi mendaki dari Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang," ujar Agung.

    Kepala Kepolisian Sektor Plaosan Ajun Komisaris Ruwajianto mengatakan penutupan jalur pendakian dilakukan untuk memudahkan pencarian tujuh pendaki yang hilang. "Itu prioritasnya. Semoga saja cepat ketemu."

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?