Cuma Ada Satu Calon, Pilkada Purbalingga Terancam Ditunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Rakyat Jogja Tolak Kembalinya Orde Baru menggelar aksi penolakan UU Pilkada di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, 10 Oktober 2014. Dalam aksinya mereka mengecam penghapusan Pilkada langsung. TEMPO/Suryo Wibowo.

    Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Rakyat Jogja Tolak Kembalinya Orde Baru menggelar aksi penolakan UU Pilkada di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, 10 Oktober 2014. Dalam aksinya mereka mengecam penghapusan Pilkada langsung. TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.COSemarang - Dari 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pada Desember 2015, hanya Kabupaten Purbalingga yang memperpanjang masa pendaftaran calon kepala daerah. Musababnya, hanya ada satu pasang kandidat calon kepala daerah yang mendaftar hingga pendaftaran berakhir pada Selasa sore, 28 Juli 2015. (Lihat Video Pilkada Serentak 2015 Sepi Peminat)

    “KPUD setempat akan mensosialisasikan perpanjangan pendaftaran selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Juli 2015,” kata Ketua KPUD Jawa Tengah Joko Purnomo, Rabu, 29 Juli 2015.

    Satu-satunya pasangan calon yang mendaftar di Purbalingga adalah pasangan Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi. Pasangan calon ini diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Partai NasDem. Tasdi adalah kader PDI Perjuangan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga.

    Adapun Partai Kebangkitan Bangsa gagal mendaftarkan kandidat calonnya, Sukentho Ridlo Marhaendrianto-Aman Waliyudin, karena tak memenuhi persyaratan dukungan. Namun PKB optimistis bisa menggandeng partai lain untuk mendaftar pada masa perpanjangan. “Kami masih optimistis bisa mengusung calon bupati dan wakil bupati Sukentho Ridlo Marhaendrianto-Aman Waliyudin dalam pilkada mendatang,” ujar Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Purbalingga Bambang Hermanto.

    Semula PKB berencana menggandeng Partai Golkar mengusung pasangan Sukentho-Aman. Namun Golkar kubu Agung Laksono sudah terlebih dulu mendukung pasangan Tasdi-Tiwi yang didaftarkan pada hari terakhir, Selasa 28 Juli 2015, ke KPUD Purbalingga. 

    Wakil Sekretaris Partai Golkar Purbalingga M. Wachyono mengatakan dia meminta pengurus lain ikut mendukung pasangan Tasdi-Tiwi. “Kalau hanya untuk mendukung tetap bisa, dan bukan mengusung. Jadi, menurut kami, tidak masalah,” tuturnya.

    Sekretaris tim sukses PDIP, Mochamad Ichwan, mengatakan partainya tidak bisa menolak dukungan partai lain. Dari sepuluh partai yang mendapat kursi di DPRD, sembilan menyatakan mendukung pasangan calon PDIP. Dia berharap empat partai pendukung calon yang diusung PDIP tapi belum menyertakan rekomendasi partainya bisa mengalihkan dukungan ke kandidat yang diusung PKB. “Saya optimistis akan ada calon lain yang mendaftar selama masa perpanjangan,” ucap Mochamad.

    Menurut Ketua KPU Purbalingga Sri Wahyuni, pendaftaran akan diperpanjang karena hanya ada satu pasangan yang mendaftar. “Jika setelah diperpanjang selama tiga hari calon yang mendaftar tetap kurang dari dua, dapat dipastikan pilkada Purbalingga akan diundur menjadi pilkada serentak tahun 2017,” katanya.

    ARIS ANDRIANTO | ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.