Gejolak Gunung Raung Menurun, Area Radius 3 Km Tetap Steril

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi di dekat Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Sejak Sabtu, asap vulkanis kelabu sedang-tebal menyembur dengan ketinggian 400-500 meter. Banyuwangi, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Warga melintasi di dekat Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Sejak Sabtu, asap vulkanis kelabu sedang-tebal menyembur dengan ketinggian 400-500 meter. Banyuwangi, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COBanyuwangi - Aktivitas vulkanis Gunung Raung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur, berangsur-angsur menurun.  Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Burhan Alethea, mengatakan pada pukul 06.00-12.00, amplitudo gempa tremor dominan pada angka 24 milimeter. “Enam jam sebelumnya, amplitudo dominan masih 28 milimeter,” ujarnya, Rabu, 29 Juli 2015.

    Selain itu, sinar api yang menunjukkan keluarnya lava pijar dari dalam perut Gunung Raung tidak lagi tampak sejak Senin, 27 Juli 2015. Embusan asap yang sebelumnya setinggi 1.000 meter sejak kemarin hanya mencapai 300 meter. Embusan asap mengarah ke barat laut atau ke arah Bondowoso mengikuti arah angin.

    Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Raung berstatus siaga (level III). PVMBG juga tetap merekomendasikan sterilnya area 3 kilometer dari puncak Gunung Raung dari aktivitas penduduk.

    Pada Senin lalu, kata Burhan, PVMBG kembali memasang tiga seismometer atau pendeteksi gempa digital. Alat tersebut dipasang hanya untuk sementara, dan akan diambil apabila perekaman data sudah selesai.

    Aktivitas vulkanis Gunung Raung meningkat sejak 21 Juni 2015. Karena itu, PVMBG menaikkan status gunung tersebut dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada Senin, 29 Juni 2015, pukul 09.00 WIB.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.