Duel Petahana di Pemilihan Gubernur Sumatera Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irwan Prayitno. dok kelembagaan.pnri.go.id

    Irwan Prayitno. dok kelembagaan.pnri.go.id

    TEMPO.CO, Padang - Pemilihan kepala daerah di Sumatera Barat tahun ini masih diramaikan wajah lama. Malah dua petahana, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan wakilnya Muslim Kasim, dipastikan bersaing ketat di periode kedua ini setelah KPU Sumatera Barat menutup pendaftaran pada Selasa, 28 Juli 2015 pukul 16.00 WIB.

    Irwan memilih berpasangan dengan Nasrul Abit yang telah dua periode menjabat Bupati Pesisir Selatan. Mereka telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat pada Senin, 27 Juli 2015.

    Pada periode ini Irwan hanya diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra. Mereka mendapatkan 13 kursi dari DPRD Sumatera Barat.

    Sementara Muslim Kasim yang ingin naik kelas sebagai Gubernur Sumatera Barat menggandeng Fauzi Bahar, mantan Wali Kota Padang dua periode. Pendaftaran mereka juga telah diterima KPU Sumatera Barat pada Selasa, 29 Juli 2015.

    Muslim Kasim diusung empat partai, yakni NasDem, PDI Perjuangan, PAN dan Hanura. Mereka mendapatkan 23 kursi. Pasangan ini juga didukung lima partai lainnya, yaitu Partai Golkar, PPP, PKB, PPP dan PBB.

    Ketua KPU Sumatera Barat Amansmen mengatakan hingga penutupan pendaftaran pada Selasa, 28 Juli 2015 pukul 16.00 WIB, hanya dua pasangan kandidat yang mendaftarkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Mereka adalah Irwan Prayitno-Nasrul Abit dan Muslim Kasim-Fauzi Bahar.

    "Dari pemeriksaan awal, kedua pasangan ini memenuhi persyaratan pencalonan," ujarnya.

    Amansmen mengatakan setelah ini akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan verifikasi seluruh berkas pencalonan hingga 3 Agustus 2015. Jika masih ada kekurangan tentang keabsahan dan kelengkapan, akan diperbaiki pasangan calon hingga 7 Agustus 2015.

    Menurut dia, pasangan calon ini akan ditetapkan pada 24 Agustus 2015. "Lalu dilanjutkan dengan pengundian nomor urut dan kampanye," ujar Amansmen.

    Irwan mengaku memutuskan untuk kembali maju pada pilkada tahun ini karena banyaknya permintaan masyarakat dan birokrat. Sebab, ada beberapa tugas prioritas yang perlu dituntaskan di periode kedua.

    "Dengan mengucapkan bismillah saya maju, dengan diusung partai PKS dan Gerindra. Visi kami terwujudnya Sumatera Barat yang madani dan sejahtera," ujarnya pada Senin, 27 Juli 2015.

    Majelis Syuro PKS itu juga optimistis terpilih untuk kedua kali. "Kami yakin menang," ujarnya.

    Muslim juga yakin meraup 65 persen suara. Apalagi ia mengklaim ada sembilan partai politik yang mengusung dan mendukungnya, yakni Partai Nasdem, PDI Perjuangan, PAN, Hanura, Demokrat, PKB, PBB, dan dua partai yang sedang berkonglik, yaitu PPP dan Partai Golkar.

    "Dengan jumlah 50 kursi, terwakililah seluruh komponen parpol. Ada stabilitas di antara pemerintah dan legislatif sehingga pembangunan bisa lancar.

    Ketua DPW Partai Nasdem Sumatera Barat Willy Aditya mengatakan setelah melihat empat kali hasil survei, untuk mengalah Irwan Prayitno harus head to head.

    "Target kita setelah konsultasi dengan ketua-ketua partai, seperti Surya Paloh, Wiranto, dan Zulkifli Hasan, prinsipnya adalah head to head," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2015.

    Menurut Willy, Nasdem ingin membangun Sumatera Barat yang baru. Makanya, partainya melakukan pendekatan berbasis survei.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.