Telan Rp 1,4 Triliun, Masjid Raya Banda Aceh Mulai Dipugar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang  menata bendera merah putih di pinggir jalan kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Senin (30/7). ANTARA/Ampelsa

    Seorang pedagang menata bendera merah putih di pinggir jalan kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Senin (30/7). ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.COBanda Aceh - Gubernur Aceh Zaini Abdullah meresmikan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa, 28 Juli 2015. Dengan anggaran Rp 1,4 triliun, masjid tersebut akan dibuat menjadi semakin megah.

    Groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol oleh Gubernur kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pondasi tiang pancang. Kawasan masjid ini akan menjadi pusat aktivitas umat Islam di Aceh.

    ”Pemugaran masjid kebanggaan rakyat Aceh agar terlihat semakin indah dan modern ini merupakan tekad dan cita-cita sejak dulu,” ujar Gubernur Zaini Abdullah.

    Gubernur Zaini mengatakan pembangunan Masjid Raya dilakukan dalam dua tahap, yaitu jangka pendek dan jangkap panjang. Dalam jangka pendek, akan dilakukan pemasangan 12 unit payung elektrik di pelataran masjid. Payung ini seperti yang terdapat di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

    Selain itu, akan dibangun berbagai sarana lain, seperti taman, rumah genset, pusat pengolahan air, dan sistem air minum serta dilakukan perbaikan beberapa interior bangunan.

    Dalam jangka panjang, kata Gubernur, akan dilakukan perluasan kawasan masjid. Rinciannya, kawasan barat akan dijadikan pusat pendidikan. Di lokasi tersebut akan dibangun taman pendidikan Al-Quran dan sekolah yang berfokus pada pendidikan agama Islam.

    Adapun kawasan selatan akan dijadikan pusat berbagai aktivitas keislaman. Di lokasi itu akan dibangun guest house dan convention center. “Wisatawan yang ingin belajar tentang Islam atau menikmati keindahan masjid dan Kota Banda Aceh bisa menginap di guest house itu,” ucap Zaini.

    Kawasan timur akan dijadikan media center. Sebuah department store juga akan dibangun di kawasan timur, yang akan menjadi pusat bisnis yang dikelola pengurus masjid tersebut.

    Sedangkan di zona utama akan dibangun pusat percetakan dan galeri serta berbagai sarana pameran. Kawasan utara akan terhubung dengan Krueng (Kali) Aceh, sehingga menambah keindahan dan keunikan Masjid.

    “Kita berharap pembebasan lahan bisa diselesaikan secepatnya agar kegiatan pembangunan berlangsung tepat waktu,” ujar Gubernur.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.