Kepala Sekolah Pelesiran ke Cina? Ridwan Kamil: Boleh, Asal...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta masyarakat dan media massa memantau kegiatan studi banding sejumlah kepala sekolah di Kota Bandung ke Cina pada 29 Juli-4 Agustus 2015.

    Wali Kota Bandung mewanti-wanti para kepala sekolah agar tak menggunakan kas sekolah, yang kebanyakan berasal dari uang sumbangan penyelenggaraan pendidikan orang tua murid, untuk berangkat ke Negeri Tirai Bambu.

    "Kalau itu, tidak boleh sama sekali. Tolong laporkan kalau ada," kata Ridwan Kamil saat ditemui di Markas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Rabu 29 Juli 2015.

    Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menambahkan, meski di luar program Pemerintah Kota Bandung, kepala sekolah diizinkan menggelar studi banding ke luar negeri. Syaratnya, mereka memakai uang pribadi.

    Menurut Emil, pada dasarnya ia mendukung studi banding ke luar negeri jika hasil yang didapatkan nantinya bisa memperbaiki pendidikan di Kota Bandung. Agar kepergian para kepala sekolah tidak menjadi ajang pelesiran, Emil meminta Dinas Pendidikan Kota Bandung mengawasi mereka dan memperketat agenda kegiatan di Beijing.

    Diberitakan sebelumnya, organisasi dan sejumlah aktivis pendidikan melakukan investigasi ihwal biaya keberangkatan rombongan kepala sekolah dan pejabat Dinas Pendidikan Kota Bandung ke Cina pada 29 Juli-4 Agustus 2015. Setiap peserta rombongan diminta pengundang acara membayar Rp 20,5 juta. Diduga dana keberangkatan berasal dari uang kas sekolah.

    Menurut dokumen yang diperoleh Tempo, kepergian kepala sekolah tersebut terkait dengan undangan untuk menghadiri Workshop Kemitraan Indonesia-Cina dari Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec) tertanggal 3 Juli 2015. Panitia meminta peserta yang berminat menyetor Rp 20,5 juta per orang ke rekening bank. Biaya itu mencakup akomodasi, tiket pesawat pergi-pulang, visa, transportasi lokal, kunjungan budaya, dan konsumsi.

    Di Shanghai, peserta diajak biro perjalanan mengunjungi TV Tower, The Bund, dan Yu Garden. Lalu peserta akan menghadiri pertemuan China-ASEAN Vocational Education Principal Summit di Shuzou International Education Park, Shuzou, selama dua hari.

    Setelah itu, peserta berwisata ke Tiger Hill, yang terkenal dengan pagoda miringnya, di Kota Nanjing, kemudian ke Old Town. Sebelum kembali ke Indonesia, peserta diboyong kembali ke Shanghai untuk mengunjungi kampus dan bertemu dengan pimpinan Jiangsu Provincial Department of Education.

    PUTRA.PRIMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.