Maju Pilkada, 27 Anggota Dewan Asal Jawa Tengah Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wali kota dan wakil walikota Surakarta, Anung Indro dan Muhamad Fajri dari Koalisi Solo Bersama dengan menunggang kuda bersama pendukungnya saat pasangan peserta pilkada di Tugu Kebangkitan di Surakarta, Jawa Tengah, 28 Juli 2015. Tempo/Bram Selo Agung

    Calon wali kota dan wakil walikota Surakarta, Anung Indro dan Muhamad Fajri dari Koalisi Solo Bersama dengan menunggang kuda bersama pendukungnya saat pasangan peserta pilkada di Tugu Kebangkitan di Surakarta, Jawa Tengah, 28 Juli 2015. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Semarang - Sebanyak 27 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Jawa Tengah akan mundur sebagai anggota Dewan karena maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar serentak Desember nanti. Sebagai kandidat dalam pemilihan kepala daerah, para anggota Dewan tersebut ada yang maju sebagai bupati atau wakil bupati. Di Jawa Tengah, pilkada akan digelar di 21 kabupaten/kota.

    Dari penelusuran Tempo, anggota Dewan asal Jawa Tengah tersebut ada yang saat ini duduk di DPRD kabupaten, provinsi, maupun DPR. Langkah mundur sebagai anggota Dewan itu merupakan konsekuensi dari putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan anggota Dewan mundur bila maju dalam pilkada. 

    MK menyatakan anggota Dewan harus diperlakukan sama dengan pegawai negeri sipil, anggota TNI/Polri, serta pejabat dan pegawai BUMN/BUMD, yang harus mundur bila ingin maju dalam pilkada.

    Di DPRD Provinsi Jawa Tengah ada tiga anggota Dewan yang bakal mundur. Ketiganya berasal dari Fraksi PKB, yakni Sarif Abdullah yang akan maju dalam pilkada di Wonosobo, Asif Kholibi (Pekalongan), dan Arief Rahman (Blora). Sarif Abdullah menyatakan sudah mengajukan surat pengunduran diri. “Saat surat rekomendasi turun saya sudah mengajukan surat pengunduran diri,” kata Sarif, Rabu, 29 Juli 2015.

    Adapun anggota DPR yang maju pilkada adalah Hamid Noor Yasin. Maju dalam pilkada Wonogiri, anggota Fraksi PKS tersebut akan berpasangan dengan Wawan Setya Nugraha.

    Adapun daftar anggota DPRD di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah yang maju dalam pilkada antara lain: Wakil Ketua DPRD Purworejo Hamdan Azhari, yang maju sebagai calon bupati Purworejo. Calon dari koalisi Partai Gerindra, NasDem, dan PAN ini berpasangan dengan Suhar.

    Eko Prasetyo, anggota DPRD Wonosobo, akan maju sebagai calon wakil bupati mendampingi calon bupati Maya Rosida. Anggota DPRD Klaten Sunarto maju menjadi calon wakil bupati. Calon Wakil Bupati Edi Santoso di Wonogiri juga merupakan anggota DPRD.

    Anggota Dewan lainnya akan maju dalam pilkada tahun ini adalah Purwadi (Sukoharjo), Dedy Endriyanto (wakil bupati), Sugiyamto (bupati) di Sragen, Ridwan dan Sunarto (Rembang), Maskuri (Demak), Martono (Pemalang), Sri Sumarni dan Edi Maryono (Kabupaten Grobogan), Dasum dan Kusnanto (Blora), Mas'ud Ridwan dan Ngesti Nugroho (Kabupaten Semarang), serta Riswadi dan Nurbalistik (Pekalongan). Di Kota Magelang, ada dua anggota DPRD yang maju, yakni: Agus Susatyo dan Windarti Agustina. Anggota DPRD lain yang maju pilkada adalah Sudjaka Martana dan Fauzi Umar (Kota Pekalongan).

    Ketua KPUD Jawa Tengah Joko Purnomo menyatakan KPU di kabupaten/kota di Jawa Tengah akan melakukan verifikasi selama tujuh hari terhadap semua berkas yang telah disampaikan seluruh pasangan calon. “Jika hasil verifikasi ada kekurangan data maka diberi kesempatan perbaikan selama tiga hari,” kata Joko.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.