Ini 26 Pasang Calon di Pilkada Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Komisi Pemilihan Umum telah menutup masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di sembilan kabupaten/kota di Riau, Selasa, 28 Juli 2015 pukul 16.00. Setelah dilakukan penerimaan berkas sejak tiga hari, akhirnya sebanyak 26 pasang calon kepala daerah resmi telah terdaftar di masing-masing KPU kabupaten/kota.

    “Kami sudah menerima nama-nama pasangan calon yang telah mendaftar sesuai laporan dari KPU kabupaten/kota,” kata Komisioner Divisi Hukum KPU Riau Ilham Yasir, Selasa malam, 28 Juli 2015.

    Berikut 26 pasangan calon kepala daerah yang telah terdaftar:

    Dumai
    1. Abdul Kasim-Nuraini, diusung Koalisi PAN dengan empat kursi, PBB satu kursi, dan PKPI satu kursi (enam kursi)
    2. ZuL AS-Eko Suharjo, empat partai mengusung, antara lain Gerindra empat kursi, Nasdem tiga kursi, Demokrat dua kursi, dan PKB satu kursi (sepuluh kursi)
    3. Amris S.Sy-Sakti. Pasangan ini menggunakan jalur independen dengan memperoleh jumlah dukungan 22.338 suara
    4. Ikhsan-Yanti Komala, diusung PKS dan Golkar masing-masing tiga kursi (enam kursi)
    5. Agus Widayat-Maman Sufriadi, diusung PDI Perjuangan lima kursi dan Hanura satu kursi (enam kursi)

    Indragiri Hulu
    1. Drs Tengku Mukhtaruddin-Hj. Aminah Susilo, SE, diusung Hanura dan Gerindra masing-masing empat kursi dan Demokrat lima kursi (sembilan kursi)
    2. H Yopi Arianto, SE-H Khairizal SE. Pasangan petahana ini diusung PDI Perjuangan enam kursi, PKS dua kursi, PAN tiga kursi, dan PKPI dua kursi (13 kursi)

    Meranti
    1. T. Mustafa-Amyurlis alias Ucok. Pasangan ini diusung Hanura dan PDI Perjuangan masing-masing dengan tiga kursi (enam kursi)
    2. Irwan-Said Hasyim. Pasangan petahana ini diusung Partai Demokrat, PAN, PKS, PBB, PKB, Gerindra mengusung pasangan ini

    Rokan Hulu
    1. Hafith Syukri–Nasrul Hadi. Pasangan Wakil Bupati-Ketua DPRD Rohul ini diusung Demokrat delapan kursi, PKS tiga kursi, dan PKB satu kursi (12 kursi)
    2. Suparman-Sukiman. Ketua DPRD Riau ini diusung Partai Golkar tujuh kursi, Gerindra lima kursi, Nasdem empat kursi, dan Hanura tiga kursi (19 kursi)
    3. Safaruddin Poti-Erizal. Anggota DPRD Riau ini didukung Koalisi Partai PDIP enam kursi, PAN empat kursi (10 kursi)

    Rokan Hilir
    1. H Suyatno-Drs Jamiludin. Petahana ini diusung Partai PDIP, Hanura, Nasdem, PKPI, PBB
    2. H. Syafrudin-M Ridwan S.IP. Pasangan ini diusung Gerindra dan Demokrat
    3. H Herman Sani SH, MSi-Taem. PKB, PKS dan PAN mengusung pasangan ini.
    4. Drs Wan Syamsir Yus-H Helmi SE, diusung Partai Golkar.

    Kuantan Singingi
    1 Ir Mardjan Ustha-Muslim S.Sos. Petinggi PTPN ini diusung PBB tiga kursi, PKB tiga kursi, dan PKPI satu kursi (tujuh kursi)
    2. Inra Putra ST-Konferensi. Nasdem mengusung pasangan tersebut dengan tiga kursi, PAN tiga kursi, Demokrat tiga kursi, dan Hanura dua kursi (sebelas kursi)
    3. Drs Mursini M.Si-H Halim. Mantan Wakil Bupati Kuansing ini diusung PPP empat kursi, Gerindra tiga kursi, dan PDIP satu kursi (delapan kursi)

    Siak
    1.Syamsuar-Alfedri. Pasangan bupati-wakil bupati petahana ini diusung PDI Perjuangan, Hanura, PKS, Nasdem, PKPI dan PAN
    2. H Syahrul-Sutrisno, PDI Perjuangan, PBB, Gerindra, Demokrat, dan PKB

    Pelalawan
    1. M Harris-Zardewan. Duet petahana dan mantan Sekda Pelalawan ini diusung PAN, Gerindra, Nasdem, PKB, PKS, dan PBB
    2. Zukri Misran-Abdul Annas Badrun, PDIP, Demokrat dan Hanura

    Bengkalis
    1. Amril Mukmini-Muhammad. PKS, Nasdem, PKPI, PBB, dan PKB mengusung duet ini.
    2. Herlyan Saleh-H Riza Pahlevi. Petahana ini diusung PAN, Gerindra, dan Hanura.
    3. Sulaiman Zakaria-M Kholis Putra. Mantan Sekda Bengkalis ini diusung Demokrat empat kursi dan PDI Perjuangan lima kursi (sembilan kursi)

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.