EKSKLUSIF: Penembakan Tolikara, Ini Penjelasan Pendeta GIDI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Sihaan, serta muspida Provinsi Papua menjenguk Galibuli Jikwa (50 tahun), korban tertembak dalam rusuh Tolikara, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Sihaan, serta muspida Provinsi Papua menjenguk Galibuli Jikwa (50 tahun), korban tertembak dalam rusuh Tolikara, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi



    Ada pihak ketiga yang memanasi situasi ini?
    Sama sekali tidak tahu .Kami keluarkan surat pemberitahuan bukan hanya untuk Muslim, tapi seluruh kegiatan gereja. Kegiatan baru boleh ada  setelah bulan Juli.   Semua mahasiswa datang, dan perlu diketahui bahwa mahasiswa kami dapat banyak intimidasi di sana, sedang mengalami penderitaan banyak di luar Papua.  

    Surat itu beredar di media sosial dalam beberapa jam setelah kerusuhan?
    Surat itu ditujukan kepada  umat muslim di Tolikara ditembuskan ke bapak Bupati,
    Kapolres, Ketua DPRD, dan Danramil. Tapi darimana tersebar saya tidak tahu. Sampai hari ini sudah mendekati 200 SMS  masuk bahasanya: anjing, babi, biadab,  segala macam ke saya. Ini penuh dan saya ada waktu 1-2 hari untuk ketik dari mana-mana, dari Islam, dan  Kristen . Tapi sampai hari ini saya tidak merasa bersalah. 

    Surat yang saya ketik sebagai sekretaris panita, sekretaris GIDI wilayah Toli, saya hanya sampaikan saja karena kita punya kegiatan besar, jangan sampai ada kegiatan
    tambahan. Terus saat hari kepolisian,  mereka panggil saya dua  kali   oleh Kapolres kenapa buat kegiatan ini. Semua kita sampaikan, kegiatan mau tanggal merah, mau apa semua kita sampaikan.

    Kenapa surat ralat itu tidak diteruskan ke Kapolres. Anda mengetahuinya?
    Seakan-akan Kapolres yang kendalikan.  Dia yang bicara dengan Bupati, Presiden GIDI, terus saya dibawa ke polisi dan wawancara.  Bukan pak Ustad yang datang tanya.

    Baca juga:
    Kasus UPS, Ahok Diperiksa Bareskrim Hari Ini
    Tersangka Suap, Gatot Juga Diintai Kasus Bansos Rp 2 Triliun
    Jonan Berlakukan Izin Terbang untuk Drone, Apa Kata Para Pengusaha?

    Kenapa surat ralat terlambat diterima?
    Surat ralat dibuat sesuai perkataan Bupati, kami tidak mengubah semua. Waktu itu kami sibuk sekali. Kami tidak punya waktu ke sana ke sini. Dalam suasana itu kita siapkan sesuai pernyataan Bupati: ok, boleh salat di musalah  saja. cuma waktu itu
    kita sibuk sekali kita. kami tidak punya waktu kesana kesini, terima tamu.  

    Surat ini diberikan ke siapa saja ?
    Surat ini sudah ada di Pak ustad setelah peristiwa.

    Kenapa tidak sebelum peristiwa terjadi?
    Kami sibuk dan sudah sampaikan mengizinkan salat di musalah.

    Baca juga:

    Hebat, Pengamen yang Hidup Nomaden Ini Bisa Kuliah di UI

    VIDEO TERKAIT LAINNYA:
    Ormas Islam Banten Akan Jihad ke Papua, Danrem 064: Tahan Diri
    Antisipasi Tragedi Tolikara, Polda Jawa Barat Gandeng Tokoh Agama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?