EKSKLUSIF: Penembakan Tolikara, Ini Penjelasan Pendeta GIDI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Sihaan, serta muspida Provinsi Papua menjenguk Galibuli Jikwa (50 tahun), korban tertembak dalam rusuh Tolikara, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, bersama Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Sihaan, serta muspida Provinsi Papua menjenguk Galibuli Jikwa (50 tahun), korban tertembak dalam rusuh Tolikara, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi



    Siapa yang Anda lihat menembak?
    Tentara dan polisi yang jalan masuk tidak menembak.  Yang menembak itu jemaah yang sedang beribadah.  Tapi ada tiga di antara mereka buka baju Brimob. Itu yang saya lihat betul (sekitar 3 meter).

    Kenapa Anda pastikan itu aparat Brimob?  
    Bajunya warna   biru,   pakai baju dan topi . Jadi kami katakan bukan tentara, atau polisi. Mereka pakai baju polisi.Akhirnya saya mundur. Sekitar  5-10 ,menit, massa dari mana-mana datang. Mereka dibubarkan dengan peluru. Mereka tembak di udara dan tembak ke tanah di antara massa dengan mereka.

    Berapa lama penembakan berlangsung?
    Dua jam. ribuan peluru habis. Mereka 30 orang menembak. Waktu itu ada yang lempar api ke kios depan. serang kiri-kanan. Kami  tidak bawa senjata, kami yang pergi itu hamba-hamba Tuhan.

    Dari mana asal api?
    Massa yang turun sudah mau pulang  orasi di bandara. Tapi saudara-saudara dari mana-mana masuk. Mereka bakar kios.

    Siapa yang bakar?
    Saya percaya itu masyarakat, bukan peserta.  Mereka (peserta seminar dan KKR)  mundur, bupati pegang kayu pukul kiri kanan. Begitu jatuh korban, kita amankan terus.  

    Selanjutnya: Siapa provokator?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.