Kemarau Panjang, Nelayan Panen Ikan Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak asik bermain air Sungai Cikapundung di Kampung Manteos, Kecamatan Coblong, Bandung, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Cuaca panas musim kemarau membuat mereka betah bermain di pinggir sungai sepulang sekolah. TEMPO/Prima Mulia

    Anak-anak asik bermain air Sungai Cikapundung di Kampung Manteos, Kecamatan Coblong, Bandung, Jawa Barat, 28 Juli 2015. Cuaca panas musim kemarau membuat mereka betah bermain di pinggir sungai sepulang sekolah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Jafar Ismail mengatakan nelayan laut justru panen tangkapan di musim kemarau. “Untuk nelayan kalau kemarau panjang itu bagian panen sekarang,” kata dia di Bandung, Selasa, 28 Juli 2015.

    Jafar mengatakan, saat debit sungai menurun, suplai air tawar di daerah pinggiran laut berkurang sehingga salinitas atau kadar garam di daerah pinggiran laut lebih tinggi dari biasanya. “Biasanya ikan ada di tengah, dengan salinitas tinggi mendekat ke pantai sehingga memudahkan nelayan menangkap ikan,” katanya.

    Menurut Jafar, kemarau panjang ini diperkirakan akan mendongkrak produksi ikan tangkapan nelayan di laut. Taksirannay, produksi sementara bisa meningkat antara 10 persen hingga 20 persen dari target. Produksi ikan laut tangkapan nelayan tahun ini ditargetkan menembus 200 ribu ton.

    Jafar mengatakan, melonjaknya hasil tangkapan nelayan laut diharapkan bisa menjadi substitusi turunnya produksi ikan tambak di musim kemarau panjang ini. Produksi ikan tambah yang dipatok 1 juta ton tahun ini diperkirakan turun 5 sampai 10 persen.

    Menurut Jafar, perkiraan produksi ikan pada semester pertama tahun ini, sudah menembus separuhnya. “Target kita total 1,2 juta tontahun ini, semuanya total. Satu juta ton dari air tawar, dan 200 ribu ton ikan laut. Pada semester pertama prediksi kira-kira 50 persen sudah masuk, sekitar 560 ribu ton, dari ikan tangkap dan budidaya,” kata dia.

    Jafar mengatakan, hingga saat ini belum ada daerah yang melaporkan dampak kekeringan pada produksi ikan tambak. “Belum ada pengaruhnya, dan memang ikan itu bisa di panen di segala ukuran. Tidak usah nunggu sampai empat bulan baru panen, yang baby fish itu bisa dijual, ukuran sekilo satu ekor, sekilo empat ekor juga bisa dijual. Jadi sebelum ada kekeringan, bisa dipanen dan dijual nelayan,” ujar dia.

    Luas tambak ikan di Jawa Barat menembus 60 ribu hektare. “Kendala yang dihadapi tambak terutama penyakit, bukan kekeringan,” kata dia.

    Kendati demikian, dia meminta semua daerah untuk mengamankan indukan ikan tambak. “Kita menghimbau pada kabuapten/kota untuk mengamankan indukan di daerah yang kekeringan, ke daerah yang masih banyak air,” ujar dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?