Ahok Tertawa Antar Jokowi ke Singapura, Ada Permintaan Khusus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) menunjuk ke arah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama saat berjalan menuju pesawat kepresidenan di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, 28 Juli 2015. Jokowi bertolak ke Singapura selama dua hari dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara khususnya di bidang ekonomi. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kanan) menunjuk ke arah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama saat berjalan menuju pesawat kepresidenan di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, 28 Juli 2015. Jokowi bertolak ke Singapura selama dua hari dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara khususnya di bidang ekonomi. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengantar Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pesawat kepresidenan sebelum bertolak ke Singapura dalam rangka kunjungan kenegaraan.  

    Mengenakan setelan jas warna hitam berdasi garis oranye dan putih, Ahok terlihat terkikik bersama Jokowi saat melangkah bersama menuju pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa, 28 Juli 2015. Sebelumnya, Jokowi dan Ahok terlibat pembicaraan serius di ruang tunggu.

    Ketika ditanya topik pembicaraannya, Ahok mengaku sambil bercanda bahwa dirinya menitipkan pesan kepada Jokowi, kalau sudah sampai Singapura, agar membeli durian Malaysia. "Tadi ketawa-ketawa. Saya juga bilang ke beliau, di Singapura beli duren tuh, Pak, enak. Duren Malaysia," kata Ahok di Halim. 

    Ahok mengantar rombongan Presiden Jokowi didampingi Kepala Polda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Agus Sutomo, dan Komandan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama Umar Sugeng Hariyono. 

    Keempatnya juga terlibat pembicaraan ringan sebelum pesawat benar-benar meninggalkan bandara. Ahok pun ikut memberikan hormat kepada Presiden Jokowi. Namun Ahok tidak mengenakan topi. "Harus hormat, dong, sipil juga harus hormat. Ini protokoler, sipil boleh, cuma kurang, enggak pakai topi saja," ujar Ahok.

    FAIZ | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.