Kemarau Panjang, Banyumas Siapkan Ratusan Tangki Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kekeringan melanda sejumlah desa di KabupatenTegal, karena hujan sudah tidak mengguyur sejak sekitar dua bulan lalu. Suradadi, Tegal, 30 Juni 2015. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Kekeringan melanda sejumlah desa di KabupatenTegal, karena hujan sudah tidak mengguyur sejak sekitar dua bulan lalu. Suradadi, Tegal, 30 Juni 2015. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Purwokerto - Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan 600 tangki air bersih yang siap didistribusikan ke beberapa wilayah yang kekurangan air.

    “BPBD Banyumas juga menyiapkan tandon untuk wadah air bersih bagi warga di beberapa desa yang rawan kekeringan untuk memudahkan warga mengambil air bersih,” ujar Kepala BPBD Banyumas Prasetyo Budi, Selasa, 28 Juli 2015.

    Sejak 1 Juli 2015 sudah 76 tangki air bersih yang didistribusikan kepada beberapa desa di enam wilayah kecamatan. Enam wilayah kecamatan yang rawan kekeringan itu meliputi Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, dan Ajibarang.

    “Pada saat puncak musim kemarau akan bertambah jumlah wilayah yang rawan kekeringan,” kata Prasetyo. Menurut dia, biasanya pada puncak kekeringan ada beberapa desa di sebelas kecamatan yang akan meminta distribusi air bersih.

    Dari informasi yang diperolehnya, Prasetyo menyebut puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada Agustus dan September. Meski begitu, ia mengemukakan karakteristik kemarau di wilayah Jawa Tengah bagian tengah, seperti di Banyumas, sedikit berbeda dengan wilayah lain.

    "Di Jawa Tengah bagian tengah seperti Banyumas, kecenderungannya ada hujan di tengah musim kemarau seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan. Tapi biasanya tidak merata, hanya di beberapa wilayah tertentu saja," katanya.

    Masalahnya, ujar Prasetyo, ada kendala yang masih terjadi dalam proses distribusi air bersih di lapangan, yakni kendaraan operasional untuk mengangkut air. "Kami hanya memiliki dua kendaraan, yakni satu tangki air bersih dan satu truk engkol,” katanya.

    Dia berharap pihak swasta bisa ikut mendistribusikan air bersih kepada desa yang rawan kekeringan. “Jika nanti masih dirasa kurang kebutuhan air bersih, kami juga bisa mengajukan kebutuhan air bersih ke Bakorwil," ujar Prasetyo.

    Distribusi air bersih di Banyumas biasanya dilakukan dua kali di satu desa. Penyaluran air bersih di satu desa mencapai 8000 liter. "Namun hingga saat ini belum banyak permintaan yang diajukan oleh desa yang rawan kekeringan," katanya.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.