MOS `Gaya Baru`, Siswa di Makassar Sumbang Buku Bekas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa berbaris di lapangan di SMAN 29 Kebayoran Lama, saat Masa Orientasi Sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, melarang sekolah mengizinkan siswa mengenakan atribut aneh selama menjalani Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau yang sekarang disebut dengan nama Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB).  Jakarta, 27 Juli 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah siswa berbaris di lapangan di SMAN 29 Kebayoran Lama, saat Masa Orientasi Sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, melarang sekolah mengizinkan siswa mengenakan atribut aneh selama menjalani Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau yang sekarang disebut dengan nama Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB). Jakarta, 27 Juli 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COMakassar - Sebanyak 45 ribu siswa baru tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Makassar melakukan masa orientasi siswa (MOS) serentak di Lapangan Karebosi, Makassar, Selasa, 28 Juli 2015. MOS serentak diisi dengan berbagai acara, seperti penampilan artis Fadli “Padi” serta pembacaan puisi oleh Luna Vidya dan AAN Mansyur. Pelajar juga mendonasikan sekitar 45 ribu buku bekas.

    Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto yang membuka MOS serentak ini meminta semua pelajar agar menjaga kebersihan Kota Makassar. Kebersihan dijaga dengan cara mendukung program gerakan “Makassar Tidak Rantasa (MTR)”, “Lihat Sampah Ambil (LISA)”, dan program “Makassar Smart City”.

    "Intinya, mereka (pelajar) mengerti dengan kehidupan sosial Makassar. Maka tiga program ini harus ditanamkan. Selain itu, untuk menjaga masa depan generasi muda, kita harus bekerja sungguh-sungguh menjauhkan narkoba dan korupsi sejak dini dari pelajar," kata Danny.

    Dalam kesempatan ini, Wali Kota Danny Pomanto juga melakukan ritual siraman kepada sepuluh siswa baru. “Supaya pikiran mereka jernih dan bisa menerima pelajaran dan pendidikan yang baik,” ujar Danny.

    Hasbi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, mengatakan pelaksanaan MOS di Kota Makassar sebenarnya sudah dilakukan sejak kemarin di setiap sekolah. “Hari ini hanya kegiatan seremoni untuk menyatukan semua siswa baru. Sekaligus membangun rasa kebersamaan di antara siswa,” tuturnya.

    Dia mengatakan, pada hari pertama pelaksanaan MOS, tidak ada laporan yang masuk ke Dinas Pendidikan. Sebab, jauh sebelum pelaksanaan MOS, Dinas Pendidikan sudah memberikan surat imbauan kepada semua sekolah agar tidak melakukan kekerasan dan perpeloncoan. “Menteri Pendidikan juga sudah mengeluarkan surat pelarangan perpeloncoan selama MOS,” ucap Hasbi.

    Pelaksanaan MOS selama tiga hari diisi dengan berbagai materi pengenalan sekolah dan materi kedisiplinan. “Besok hari terakhir. Setelah itu semua siswa kembali belajar seperti biasa,” kata Hasbi.

    Putu Herlina, siswi kelas X SMAN 5 Makassar, mengatakan senang dengan kegiatan MOS bersama ini. Selain mendapatkan hiburan, mereka juga mendapat seragam bertulisan “Aku Benci Narkoba” dan “Aku Benci Korupsi”. “Tulisan ini tidak hanya mengingatkan kami sebagai siswa untuk menghindari narkoba dan korupsi, tapi juga bentuk protes terhadap pejabat yang suka korupsi,” ujar Herlina.

    MUHAMMAD YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.