Pilkada Serentak di Jawa Tengah Didominasi Calon Tunggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bakal calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak, mengisi formulir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung KPK, Jakarta, 24 Juli 2015. LHKPN menjadi salah satu syarat pendaftaran yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum berdasarkan UU Nomor 1 tahun 2015 yang mengatur pilkada serentak. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah bakal calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak, mengisi formulir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung KPK, Jakarta, 24 Juli 2015. LHKPN menjadi salah satu syarat pendaftaran yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum berdasarkan UU Nomor 1 tahun 2015 yang mengatur pilkada serentak. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Semarang - Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah mencatat dua hari masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah di 21 pilkada di Jawa Tengah masih didominasi satu pendaftar pasangan calon alias calon tunggal. Bahkan, pada masa pendaftaran sejak Ahad hingga Senin kemarin, ada beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah yang belum menerima pendaftaran pasangan calon kepala daerah.

    Ketua KPUD Jawa Tengah Joko Purnomo menyatakan hingga pagi hari ini baru ada pendaftar sebanyak 16 pasangan calon di 21 KPUD di Jawa Tengah. Beberapa kabupaten baru menerima satu pendaftar, seperti Rembang, Grobogan, Pekalongan, Wonogiri dan lain-lain. Adapun yang sudah menerima dua pendaftar adalah Blora, Kota Semarang, Sragen, dan Klaten.

    Ada juga beberapa kabupaten/kota yang sama sekali belum menerima pendaftar pasangan calon, seperti di Kota Pekalongan, Kendal, Kebumen, Pemalang, Kota Magelang, dan lain-lain. Hari ini diprediksi para bakal calon akan mendaftarkan diri di KPUD. Sebab, Selasa hari ini, 28 Juli 2015 adalah hari terakhir masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah.

    Berikut daftar pasangan calon yang sudah mendaftar di Jawa Tengah:
    1. Rembang: Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto (dari jalur perseorangan).
    2. Blora: Abu Nafi-M. Dasum (diusung PDIP dan Gerindra), Djoko Nugroho-Arief Rohman (diusung PKB, Nasdem, dan Hanura).
    3. Grobogan: Sri Sumarni-Edy Maryono (diusung PDIP, Hanura, PKB, PAN).
    4. Kota Semarang: Soemarmo-Zuber Safawi (diusung PKS dan PKB), Sigit Ibnugroho-Agus Sutoyo (PAN, Gerindra, Golkar).
    5. Kabupaten Pekalongan: Riswadi-Nur Balistik (PDIP).
    6. Wonogiri: Joko Sutopo-Edi Santoso (PDIP dan Nasdem).
    7. Kabupaten Semarang: Nurjatmiko-Mas'ud Ridwan (Hanura, PKS, PKB, Golkar, PPP).
    8. Sragen: Sugiyatmo-Joko Saptono (PDIP dan Demokrat), Kusdinar Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno (PKS dan Gerindra).
    9. Kabupaten Boyolali: Senosamodro-M. Said Hidayat (PDIP).
    10. Kota Surakarta: FX. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo (PDIP).
    11. Demak: Harwanto-Maskuri (Gerindra, PAN, dan Demokrat).
    12. Klaten: Mustafid Fauzan-Sri Harmanto (dari jalur perseorangan), One Krisnata-Sunarto (Golkar, PAN, dan PKB).

    Daftar pasangan calon kepala daerah yang mendaftar diprediksi akan bertambah lagi. Sebab masa pendaftaran masih akan berlangsung pada hari terakhir Selasa hari ini.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.