Daftar di KPU, Calon Bupati Ini Merokok Sambil Ngopi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa. TEMPO/Ishomuddin

    Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO , Mojokerto: Bupati inkumben Mojokerto Mustofa Kamal Pasa merokok sambil minum kopi saat mendaftar sebagai calon bupati di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto, Senin, 27 Juli 2015. Mustofa menggandeng pengusaha pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Jawa Timur asal Mojokerto, Pungkasiadi.

    “Santai saja, kita merokok sambil ngopi enak ini,” kata Mustofa sesaat setelah tiba di kantor KPU setempat. Mustofa pun mengeluarkan sebungkus rokok dan mulai menyalakan serta menghisapnya. Perilaku ini pun diikuti Pungkasiadi.

    Tahu pejabat yang kembali mencalonkan sebagai bupati ini ingin kopi, staf KPU Kabupaten Mojokerto langsung memesan kopi di kantin KPU setempat. Tak berselang lama, sejumlah gelas berisi kopi hitam pun dihantarkan dan disuguhkan di depan pasangan calon.

    Asap rokok pun menyembul di dalam ruangan sempit tempat KPU menerima pendaftaran calon bupati dan wakil bupati. Beberapa orang yang tak biasa dengan rokok terganggu dengan asap rokok tersebut.

    Mustofa beberapa kali jadi sorotan akibat perilakunya. Selain merokok dalam acara resmi di hadapan publik, Mustofa juga sempat melontarkan pernyataan mengenai kebiasaan dirinya minum bir. “Saya jujur, saya masih minum (bir). Bir itu menyehatkan,” kata Mustofa saat peresmian pabrik minuman non-alkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk di Mojokerto, 17 Januari 2014.

    Pernyataan itu sempat mendapat kecaman dari ormas Islam terutama Front Pembela Islam (FPI). Meski begitu, partai berbasis Islam seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih mendukung Mustofa termasuk di Pilkada tahun ini.

    Pasangan Mustofa-Pungkasiadi yang berjargon Putra Bumi Nusantara (Purbantara) itu diusung tujuh partai besar antara lain PDI Perjuangan, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Tujuh partai ini mengantongi 36 kursi dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto.

    Mustofa pecah kongsi dengan Wakil Bupati Mojokerto Choirun Nisa yang juga akan mencalonkan sebagai bupati. Nisa –sapaan akrab Choirun Nisa- diprediksi akan diusung empat partai tersisa yang memiliku 14 kursi di DPRD antara lain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang (PBB).

    Hingga hari kedua masa pendaftaran, baru pasangan Mustofa-Pungkasiadi yang mendaftar. “Kami akan tunggu calon yang lain sampai batas terakhir besok (28 Juli 2015),” kata Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhanafiq.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.