Calon Tunggal, Pilkada di Daerah Ini Terancam Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan topeng Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok, saat aksi Tolak RUU Pilkada di Car Free Day di  Solo, 14 September 2014. ANTARA/Maulana Surya

    Warga menggunakan topeng Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok, saat aksi Tolak RUU Pilkada di Car Free Day di Solo, 14 September 2014. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang semestinya berlangsung pada 10 Desember 2015, berpotensi batal digelar sesuai jadwal. Sebab, pilkada di Bantul berisiko hanya diikuti oleh satu pasangan saja.

    Hingga kini, baru pasangan Sri Suryawidati dan Misbakhul Munir yang telah mendeklarasikan pencalonannya pada 15 Juni 2015. Setelah itu, belum ada lagi pasangan calon bupati dan wakil bupati lain yang secara resmi menggelar deklarasi pencalonan di pilkada Bantul.

    Sri dan Misbakhul juga sudah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bantul pada hari pertama pendaftaran, yakni Ahad Sore, 26 Juli 2015. Pasangan ini didaftarkan oleh PDI Perjuangan dan Partai NasDem.

    Ketua KPUD Bantul Johan Komara mengatakan baru Sri dan Misbahul yang resmi mendaftar sebagai kandidat pilkada hingga awal pekan ini. Belum ada pasangan lain yang mendaftar pada hari kedua pendaftaran. "Sampai Senin sore belum ada pendaftar lain," kata Johan kepada Tempo pada Senin, 27 Juli 2015.

    Menurut Johan, pilkada Bantul bisa batal digelar tahun ini apabila tak ada pasangan lain yang mendaftar dalam dua periode pendaftaran. KPUD Bantul akan membuka pendaftaran tahap pertama pada 26-28 Juli 2015. "Kalau sampai hanya satu pasangan saja yang mendaftar, akan dibuka pendaftaran tahap kedua pada awal Agustus 2015," kata dia.

    Jika hanya satu pasangan saja, yang mendaftar sebagai kandidat di pilkada Bantul pada pendaftaran tahap pertama, KPUD akan menggelar sosialisasi lagi selama tiga hari pada 29-31 Juli 2015. "Kami umumkan di website, sosialisasi ke partai dan media," kata Johan.

    Setelah itu, KPUD Bantul akan membuka pendaftaran tahap kedua pada 1-3 Agustus 2015. Apabila, tetap hanya ada satu pasangan yang mendaftar, maka pilkada Bantul bisa batal digelar pada 10 Desember 2015. "Akan digelar pada Februari 2017 dan otomatis semua tahapan persiapan pilkada tahun ini dihentikan," kata Johan.

    Meskipun demikian, Sri dan Misbahul masih berpeluang mendapatkan lawan agar pilkada Bantul tidak mundur pada 2017. Ada kabar, Partai Gerindra Bantul bersiap menggandeng Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bantul untuk mengusung pasangan kandidat yang akan maju di pilkada 2015. Kedua partai, yang selama ini berada di koalisi nasional berbeda itu, akan mengusung pasangan Suharsono dan Abdul Halim Muslih sebagai calon bupati dan wakil bupati.

    Tempo belum bisa mendapatkan konfirmasi mengenai kabar ini dari pengurus Partai Gerindra Bantul. Tapi Abdul Halim Muslih membenarkan ada rencana koalisi antara Partai Gerindra Bantul dan PKB Bantul di pilkada tahun ini. Sampai sekarang rencana itu masih dalam tahap pembahasan. "Rencana ini masih digodok, sekarang tahap finalisasi," katanya.

    Dia mengklaim rencana ini serius. Abdul membantah anggapan bahwa rencana pencalonan Suharsono dan dirinya hanya untuk mencegah pilkada di Bantul mundur pada 2017. "Itu isu untuk melemahkan kami, fakta yang akan menjawabnya," kata Halim.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.