Risma Minta Restu Agar Pemilihan Wali Kota Lancar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diarak ratusan massa PDI Perjuangan, pasangan Cawali Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana menyapa pendukungnya saat menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya , 26 Juli 2015. FULLY SYAFI

    Diarak ratusan massa PDI Perjuangan, pasangan Cawali Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana menyapa pendukungnya saat menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya , 26 Juli 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta restu agar pelaksanaan pemilihan umum di kota itu berjalan lancar. Dia menyampaikan permintaannya itu di hadapan ribuan kader PDIP sebelum berangkat menuju Kantor KPU setempat untuk mendaftar kembali sebagai wali kota periode 2015-2020 di markas PDIP Kota Surabaya, Minggu, 26 Juli 2015.

    "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," kata Risma yang disambut teriakan "menang" dari para pendukungnya.

    Sekitar dua ribu kader PDIP mengarak Risma dan Whisnu Sakti Buana, wakil wali kota saat ini yang juga Ketua PDIP Kota Surabaya, untuk mendaftarkan diri ke kantor KPU. Keduanya mengenakan baju batik dengan warna senada, merah.

    Pasangan inkumben ini diangkut dengan becak lengkap dengan dekorasi bendera partai PDIP. Becak bergerak dengan diiringi ratusan sepeda motor dan kereta kelinci ke kantor KPU. Dengan kawalan puluhan kepolisian, mereka tiba di kantor KPU sekitar pukul 14.15, kemudian langsung memasuki gedung KPU, sementara ribuan kader yang mengantarkannya menunggu di luar gedung.

    Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Didik Prasetiyono mengatakan dengan semangat membangun Surabaya, PDIP Surabaya telah mewakafkan dua kader terbaik untuk menjadi "milik warga Surabaya" seutuhnya. "Simbol penyerahan jiwa raga ini dibuktikan dengan mengenakan yang merupakan pakaian khas Indonesia," kata dia.

    KPU Kota Surabaya membuka masa pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota selama tiga hari sejak hari ini. Sejauh ini baru pasangan Risma-Whisnu yang sudah dideklarasikan. Partai politik di luar PDIP memutuskan berkoalisi, tetapi belum mendeklarasikan jagoan mereka.

    Adapun kandidat dari jalur perseorangan dipastikan tidak ada yang mendaftar. 

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.