Warga Gunung Raung di Bondowoso Rasakan Getaran Gempa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi di dekat Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Sejak Sabtu, asap vulkanis kelabu sedang-tebal menyembur dengan ketinggian 400-500 meter. Banyuwangi, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Warga melintasi di dekat Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Sejak Sabtu, asap vulkanis kelabu sedang-tebal menyembur dengan ketinggian 400-500 meter. Banyuwangi, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Lumajang - Warga sejumlah desa di lereng Gunung Raung merasakan getaran gempa pada Minggu siang, 26 Juli 2015. Getaran itu dirasakan warga di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. 

    Sumbergading merupakan salah satu desa di Kecamatan Sumberwringin yang warganya merasakan gempa. "Warga di Dusun Sepanas dan Dusun Toltol merasakan getaran gempa," kata Camat Sumberwringin Mochamad Taufan kepada Tempo, Minggu siang ini. Selain itu, warga Desa Rejoagung, Sukorejo, dan Kluncing, Kecamatan Sumberwringin, juga merasakan getaran gempa tersebut. 

    Walaupun sempat kaget dengan adanya gempa, warga setempat tidak panik. "Gempa bukan akibat aktivitas vulkanis Raung," kata Taufan melalui sambungan telepon, Minggu siang ini.

    Adapun sumber gempa berada di laut di barat daya Kabupaten Malang. Gempa dengan magnitudo 6,3 skala Richter terjadi pada Minggu ini pukul 14.05. Pusat gempa berada di 9.57 Lintang Selatan dan 112.64 Bujur Timur sekitar 150 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, di kedalaman 10 kilometer.

    Gunung Raung yang mencakup tiga kabupaten, yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, saat ini tengah mengalami erupsi menyusul tremor menerus yang terjadi pada gunung tersebut. Status aktivitas Gunung Raung juga sudah dinaikkan dari waspada menjadi siaga pada 29 Juni 2015.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.