Senin, 23 Juli 2018

Din Syamsuddin Beberkan Penerawangannya Atas Insiden Tolikara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dien Syamsuddin memberikan sambutan saat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VI di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Dien Syamsuddin memberikan sambutan saat pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VI di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menengarai adanya pihak ketiga yang ingin bermain dalam kerusuhan di Tolikara, Papua. Menurut Din, benih radikalisme dan ekstremisme sebenarnya ada di semua suku dan agama. Hanya saja, yang membuatnya benar-benar muncul adalah adanya provokator.

    "Saya tak punya data di tangan. Tapi berdasarkan penerawangan, saya pribadi menduga ada pihak ketiga yang bermain," kata Din saat menghadiri acara halal bihalal di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu, 26 Juli 2015.

    Para provokator, menurut Din, tak mau umat Indonesia berdamai. Din mengatakan semua pihak menyesalkan insiden yang terjadi di Tolikara. Dialog dengan berbagai pihak masih terus dilakukan, termasuk bagaimana agar kejadian serupa tak terulang kembali.

    Dengan mengedepankan dialog, Din yakin benih ekstremisme yang ada di semua agama bisa dihilangkan. "Kami sepakat bahwa intoleransi harus dijadikan musuh bersama," ujarnya.

    Mengenai penegakan hukum, Din menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum. Dia bahkan mendesak agar kepolisian menindak tegas siapa pun yang ingin memperkeruh suasana. "Kami memberikan apresiasi, tapi juga terus mendorong polisi agar menangkap aktor intelektualnya," kata Din.

    Bentrokan berdarah terjadi Jumat pekan lalu di Karubaga, salah satu distrik di Kabupaten Tolikara, Papua, tepat pada perayaan Idul Fitri. Protes dari ratusan anggota jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) terhadap penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Komando Rayon Militer 1702-11 berakhir ricuh.

    Massa mengamuk setelah kepolisian melepaskan tembakan. Mereka lalu membakar kios yang kemudian merembet hingga menghanguskan puluhan rumah toko dan sebuah musala di sekitar lapangan.

    Akibat kerusuhan ini, satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka terkena peluru. Polisi menetapkan dua tersangka yang diduga sebagai provokator kerusuhan.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.