Besok Daftar ke KPU, Wali Kota Tangsel Belum Sowan Ratu Atut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airin Rachmi Diany. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Airin Rachmi Diany. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COTangerang - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany kembali mencalonkan diri menjadi Wali Kota Tangerang Selatan periode 2016-2021. Istri Chaeri Wardhana, terpidana suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, itu setia menggandeng kembali Wakil Wali Kota Benyamin Davnie.

    Calon inkumben ini rencananya menggelar deklarasi di Student Center Universitas Terbuka, Jalan Terbang Layang Pondok Cabe, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Ahad, 26 Juli 2015. Informasi yang diterima Tempo, seusai deklarasi, pasangan Airin-Benyamin akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong.

    Tapi Airin mengaku belum sowan ke kakak iparnya, Gubernur Banten nonaktif Atut Chosiyah, yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. “Belum ke sana (LP Wanita Tangerang),” kata Airin saat ditemui Tempo di Hotel Grand Zuri, BSD City, Jumat sore, 24 Juli 2015, seusai acara halalbihalal bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah dan tokoh agama se-Tangerang Selatan. Tapi, ujar dia, sebelum Atut dipindahkan ke LP Wanita Tangerang, Airin sudah bertemu dengan Atut di Rumah Tahanan Pondok Bambu. 

    Airin juga belum berencana mengunjungi kakak iparnya itu menjelang pemilihan kepala daerah. Saat Lebaran pun, dia tidak mengunjungi Atut, karena kakak iparnya itu masih menjalani masa pengenalan lingkungan di LP Wanita Tangerang. “Belum dijadwalkan lagi ke sana (LP),” tutur Airin.

    Belakangan, kesibukan Airin meningkat. Pada Jumat sore itu, dalam balutan blus putih dengan celana hitam panjang dan kerudung hijau tosca bercorak, Airin tampak tampil anggun. Dia menyambut tamu tokoh agama. 

    Tapi Airin berusaha menghindari pertanyaan wartawan ihwal pilkada. Dia terlihat berjalan cepat meninggalkan wartawan yang menyodorkan berbagai pertanyaan mengenai rencananya maju kembali dalam pilkada Kota Tangerang Selatan.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.