Inilah Jago PDIP di 15 Pilkada di Jateng  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bakal calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak, mengisi formulir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung KPK, Jakarta, 24 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Suasana bakal calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak, mengisi formulir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Gedung KPK, Jakarta, 24 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COSemarang – Menjelang pembukaan pendaftaran calon kepala daerah di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah, PDI Perjuangan sudah memutuskan calon yang diusungnya di 15 daerah. Rekomendasi calon kepala daerah untuk enam kabupaten/kota lain di Jawa Tengah masih digodok pengurus pusat PDIP. “Dari 15 pasang calon yang rekomendasinya sudah keluar, delapan di antaranya diusung PDIP sendiri,” kata Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jawa Tengah Agustina Wilujeng, Sabtu, 25 Juli 2015.

    Selama ini Jawa Tengah dikenal sebagai kandang banteng karena menjadi basis utama perolehan suara PDIP. Sebanyak delapan daerah yang mengusung sendiri adalah Kota Semarang, Kota Magelang, Solo, Sukoharjo, Boyolali, Pemalang, Kabupaten Semarang, dan Kebumen. Adapun tujuh pasangan calon di daerah lain diusung bersama berkoalisi dengan partai lain, yakni Kota Pekalongan, Kendal, Grobogan, Blora, Rembang, Pekalongan, dan Purworejo.

    Dari 15 calon bupati/wali kota yang direkomendasikan PDIP ada delapan calon yang merupakan petahana atau inkumben. Mereka adalah Hendrar Prihadi petahana Wali Kota Semarang, FX Hadi Rudyatmo (Wali Kota Surakarta), Wardoyo Wijaya (Bupati Sukoharjo), Seno Samodro (Bupati Boyolali), Sigit Widyonindito (Wali Kota Magelang), Djunaedi (Bupati Pemalang). Ada juga dua wakil bupati/wali kota yang diusung menjadi calon kepala daerah, yakni Abu Nafi di Kabupaten Blora dan Arslan Al Junaid di Kota Pekalongan.

    Berikut nama-nama pasangan calon yang diusung PDIP di 15 daerah di Jawa Tengah:
    Kota Semarang: Hendrar Prihadi-Hevearita GR.
    Sukoharjo: Wardoyo Wijaya-Purwadi.
    Boyolali: Seno Samudro-Said Hidayat.
    Kota Magelang: Sigit Widyonindito-Windarti Agustina.
    Pemalang: Djunaedi-Martono.
    Kota Surakarta: FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo.
    Kabupaten Semarang: Mundjirin-Ngesti Nugraha.
    Kendal: Widya Kandi Susanti-Hilmi Dimyati.
    Grobogan: Sri Sumarni-Edi Maryono.
    Blora: Abu Nafi-M Dasum.
    Rembang: Hamzah Fathoni-Ridwan.
    Kebumen: Bambang Widodo-Sunarto.
    Pekalongan: Riswadi-Nurbalistik.
    Kota Pekalongan: Alf Arslan Al Junaid-Saelani Machfudz.
    Purworejo: Nurul Tri Wahyuni-Budi Sunaryo.

    Adapun enam daerah yang rekomendasi dari PDIP belum turun adalah Klaten, Sragen, Wonogiri, Wonosobo, Purbalingga dan Demak.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.