Di Sidoarjo, Pertalite Terjual 80 Liter dalam 3 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengendara motor mencoba bahan bakar Ron 90 Pertalite yang baru diluncurkan di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Para pengendara motor mencoba bahan bakar Ron 90 Pertalite yang baru diluncurkan di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta, 24 Juli 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, Pertalite, serentak dilakukan pada Kamis, 24 Juli 2015. Di Sidoarjo, Jawa Timur, hanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Tanggulangin yang menjual bahan bakar dengan kadar oktan atau RON 90.

    "Di Sidoarjo, yang jual Pertalite hanya di sini," kata Yasir, 23 tahun, petugas SPBU Tanggulangin, Kamis petang, 24 Juli 2015. 

    Menurut Yasir, pada hari pertama penjualan Pertalite, para pengendara belum banyak yang tahu. Kalaupun tahu, kata Yasir, mereka tidak membeli Pertalite. 

    Kebanyakan dari mereka lebih memilih Pertamax atau Premium, yang sudah biasa mereka beli. "Saya sudah tahu, tapi tidak beli dulu, Mas," kata Budi, pengendara sepeda motor yang ditemui Tempo di SPBU Tanggulangin.

    Mundir, petugas SPBU Tanggulangin lainnya, mengatakan penjualan Pertalite dimulai sejak Kamis siang. "Dari pukul dua siang hingga lima sore hanya laku 80 liter," katanya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, di Sidoarjo ada sembilan SPBU yang ditunjuk Pertamina untuk menjual Pertalite. Namun hanya SPBU Tanggulangin yang siap menjual bahan bakar dengan harga Rp 8.400 per liter tersebut.

    SPBU yang ditunjuk Pertamina untuk menjual Pertalite di Sidoarjo yakni SPBU di Jalan Raya Surabaya-Mojokerto Km 43, SPBU Buduran, SPBU Tanggulangin, SPBU Berbek Industri, SPBU Mayjen Sungkono, SPBU Kletek, SPBU Kedensari, SPBU Tol Km 25 Jumputrejo, dan SPBU Tropodo.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.