Setiap Dua Kali Seminggu, Ini yang Dilakukan Ridwan Kamil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil menanyakan kualitas pelayanan pada warga yang sedang membuat data kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. Warga langsung mendatangi sejumlah tempat pelayanan publik di hari pertama kerja usai cuti bersama libur lebaran. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil menanyakan kualitas pelayanan pada warga yang sedang membuat data kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. Warga langsung mendatangi sejumlah tempat pelayanan publik di hari pertama kerja usai cuti bersama libur lebaran. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membuat program blusukan rutin. Program ini dinamakan Wali Kota Menyapa Warga. Dalam satu minggu dua kecamatan diagendakan bakal disambangi.

    "Saya lagi bikin program baru, Wali Kota Menyapa Warga. Dua kali dalam satu minggu dua kecamatan," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jumat, 24 Juli 2015.

    Pada setiap kunjungan, Ridwan Kamil akan memetakan terlebih dahulu permasalahan di daerah tersebut. Kemudian dia akan memboyong serta kepala dinas yang berkaitan dengan masalah-masalah di kecamatan tersebut.

    Kecamatan yang pertama kali dikunjungi adalah Cicendo. "Problem-problem di lapangan mungkin bisa diselesaikan langsung, makanya saya bawa dinas-dinas terkait," katanya.

    Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap program ini bisa lebih mendekatkan dirinya kepada warga. Selain itu, interaksi antara Wali Kota dan masyarakat tidak lagi berjarak. "Ini tradisi baru setelah Lebaran agar dekat kepada warga, juga melihat problem langsung di lapangan," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?