Pengendara Motor Berbendera ISIS Kejutkan Aksi Damai di Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan masyarakat Muslim di Solo menggelar aksi damai mengecam insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada 17 Juli lalu di Bundaran Gladak, Solo, 24 Juli 2015. TEMPo/Ahmad Rafiq

    Ribuan masyarakat Muslim di Solo menggelar aksi damai mengecam insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada 17 Juli lalu di Bundaran Gladak, Solo, 24 Juli 2015. TEMPo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Beberapa penunggang sepeda motor misterius melintas di Bundaran Gladag, Solo beberapa saat sebelum aksi damai oleh sejumlah elemen umat muslim untuk menyikapi insiden kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, dimulai, Jumat, 24 Juli 2015.

    Para pengendara motor itu berboncengan dengan wajah tertutup masker sembari membawa bendera hitam mirip panji-panji Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Orang-orang yang tak terlihat wajahnya itu sempat berhenti sejenak di jalur lambat, kemudian pergi meninggalkan lokasi tersebut dengan menggeber gas cukup kencang.

     Saat para pengendara misterius ini pergi, ribuan peserta aksi belum sampai ke lokasi lantaran masih melakukan longmarch dari Lapangan Kota Barat menuju Bundaran Gladak.

    Juru bicara aksi damai Endro Sudarsono mengaku tidak tahu menahu dengan beberapa pengendara motor yang tiba-tiba datang itu. Endro juga merasa tidak pernah kenal. "Kami pastikan mereka bukan bagian dari peserta aksi damai," kata dia.

    Endro yakin orang-orang itu bukan bagian dari peserta aksi damai karena bendera ISIS merupakan atribut yang dilarang untuk dibawa dalam kegiatan tersebut. "Itu sudah kami umumkan pada semua peserta," katanya. "Saya yakin bahwa semua peserta aksi tidak ada yang melanggar kesepakatan itu."

    Endro menduga orang-orang yang tak mau menampakkan wajahnya itu ingin memprovokasi dan merusak citra aksi damai tersebut. "Mereka bagian dari provokator yang ingin membuat resah," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.