Kasus Tolikara, Panglima TNI Temui Ulama di Pesantren Buntet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kawasan pertokoan yang kembali dibuka di kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, beberapa hari pasca kerusuhan Lebaran, 23 Juli 2015. TEMPO/Maria Hasugian

    Suasana kawasan pertokoan yang kembali dibuka di kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, beberapa hari pasca kerusuhan Lebaran, 23 Juli 2015. TEMPO/Maria Hasugian

    TEMPO.CO, Cirebon - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menemui para ulama di  Pesantren Buntet, Cirebon, Jumat 24 Juli 2015. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dan Asisten Operasi Kepala Polri Inspektorat Jenderal Unggung Cahyono.

    Adapun para kiai yang hadir di antaranya Habib Ali bin Sahil dari Jakarta, KH Ahmad Ishomudin dari Lampung, KH Abdul Wahab Abu Bakar Polpoke dari Maluku, Tuan Guru Turmudzi dari NTB, KH Abdul Bari dari Kalimantan Selatan, KH Syahid dari Bandung, KH Ibnu Jauzi dari Wonosob, dan KH Soleh Qosim dari Surabaya.

    Dalam pertemuan itu, Jenderal Gatot Nurmantyo meminta peran serta kiai dan tokoh agama untuk bisa memperkukuh persatuan di Indonesia. Karena selama ini menurut Gatot tidak pernah ada permasalahan terkait agama di Papua. “Tapi sekarang kok tiba-tiba ada,” katanya.

    Dijelaskan Gatot, Papua merupakan pulau yang paling kaya di Indonesia. Jika terjadi kerusuhan terus menerus, katanya, pelan-pelan Papua pun bisa diambil. "Caranya bukan dengan berperang, namun dengan memecah belah persatuan," katanya. Gatot mengingatkan, kejayaan Majapahit runtuh bukan karena diserang bangsa lain, namun karena perang saudara yang terjadi di dalam negeri.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.