Kasus Mirip Angeline, Ayah Pembunuh Anak Akan Tes Kejiwaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggiring Rudi Haeruddin (tengah), tersangka pelaku pembunuhan Tiara untuk diperiksa di Kantor Polsek Makassar, Makassar, 21 Juli 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    Petugas menggiring Rudi Haeruddin (tengah), tersangka pelaku pembunuhan Tiara untuk diperiksa di Kantor Polsek Makassar, Makassar, 21 Juli 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - Rudi Haeruddin, 35 tahun, ayah yang tega membunuh anak kandungnya, Tiara Rudi, 13 tahun, akan menjalani tes kejiwaan agar kondisi psikologisnya diketahui. "Kami masih berkoordinasi dengan dokter kepolisian," kata Kepala Kepolisian Sektor Makassar Komisaris Sudaryanto kepada Tempo, Jumat, 24 Juli 2015.

    Sudaryanto menjelaskan, dokter Polsek Makassar akan menentukan waktu dan lokasi pemeriksaan kejiwaan Rudi. Apa pun hasil tes psikologi terhadap pria pengangguran itu akan dilampirkan dalam pemberkasan kasus penganiayaan yang menewaskan Tiara. Kepolisian tidak akan mengekspos hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku.

    Menurut Sudaryanto, hasil pemeriksaan kejiwaan termasuk catatan medis yang bersifat rahasia. Karena itu, kepolisian tidak mungkin membeberkannya.

    Sudaryanto mengatakan hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku kejahatan digunakan sebagai catatan dalam pengadilan terdakwa nantinya. Menurut Sudaryanto, kepolisian juga bisa melihat korelasi hasil tes itu dengan perbuatan pelaku.

    Selain menggelar tes kejiwaan, penyidik Polsek Makassar melakukan tes urine dan darah terhadap Rudi. Gunanya, mengetahui keterlibatan pria berambut gondrong itu dalam kasus narkotik. Sejauh ini Rudi dipastikan sebagai pecandu narkoba dari hasil tes urinenya yang dinyatakan positif mengandung narkotik.

    Adapun hasil tes darah Rudi masih menunggu pemeriksaan Laboratorium Forensik Kepolisian RI Cabang Makassar. Sudaryanto menyatakan pihaknya tengah menggenjot pemeriksaan saksi-saksi dan melengkapi alat bukti atas keterlibatan Rudi dalam kasus narkoba. "Tersangka juga sudah mengaku menggunakan sabu dalam dua bulan terakhir sebelum membunuh anaknya," ujar Sudaryanto.

    Rudi menganiaya Tiara di rumahnya di Jalan Rappocini Raya, Gang I, Kecamatan Makassar, Selasa, 7 Juli, sekitar pukul 21.00 Wita. Dengan brutal, Rudi memukuli tengkuk dan kaki Tiara menggunakan sapu, penggaris kayu, dan balok kayu. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, tapi akhirnya tewas pada Rabu, 8 Juli, sekitar pukul 07.00 Wita.

    Setelah menjadi buron selama dua pekan, Rudi akhirnya ditangkap di Jalan Arief Rate, Makassar, Selasa, 21 Juli 2015, sekitar pukul 07.30 Wita. Ia diciduk setelah aparat Polsek Makassar membuntuti istri Rudi, Ani (30), dan anak bungsunya, Hairil Hidayat (8). Saat itu mereka hendak bertemu dengan Rudi. Saat melihat Rudi, polisi tak membuang kesempatan dan langsung menangkap pelaku tanpa perlawanan.

    Atas perbuatannya, Rudi dijerat pasal berlapis. Kepolisian menjeratnya dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan subsider Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya pasti di atas sepuluh tahun penjara," tutur Sudaryanto.

    Rudi menyesali perbuatannya yang keji itu. Terlebih, Tiara adalah anak kesayangannya. Rudi tidak menyangka perbuatannya itu akan berujung kematian putri sulungnya. Rudi pun menyatakan ikhlas menjalani apa pun hukuman yang nantinya dijatuhkan kepadanya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.